Berita

Kolase Logo PSI dan Jokowi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Mustahil PSI Jadi Parpol Besar Meski Dibantu 1.000 Dukun

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 03:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Untuk membangun dan membesarkan partai politik (parpol) itu tidak mudah, diperlukan waktu puluhan tahun, kecuali yang bersangkutan masih menjadi presiden atau bahkan menjadi lawan tangguh presiden. 

Demikian pandangan analis politik Saiful Huda Ems merespons pidato berapi-api Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu 31 Januari 2026.

Saiful mencontohkan perjuangan Megawati Soekarnoputri yang sebelumnya memimpin PDI (1993-1996), hingga PDI Perjuangan sampai sekarang.


"Namun karena kehendak sejarah, Megawati berani berhadap-hadapan dengan otoriterianisme rezim Orba Soeharto, hingga rezim itu terjungkal pada 1998," kata Saiful melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu 8 Februari 2026.

Lalu Prabowo Subianto yang mendirikan Partai Gerindra pada tahun 2008. Gerindra tidak langsung besar dan baru menjadi partai besar di 16 tahun kemudian, yakni di Pemilu 2024. 

"Itu pun masih kalah dengan suara PDIP yang juara tiga kali berturut-turut, mulai di Pemilu 2014, 2019 dan 2024," kata Saiful.

Jadi kebesaran dan kejayaan partai-partai seperti PDIP dan Gerindra, jangan sekali-kali samakan dengan PSI. 

"PSI itu dari awal sudah partai gurem dan ketua umum maupun semua jajaran pengurusnya itu masih politisi pemula semuanya. PSI akan sangat susah sekali untuk menjadi partai besar, meskipun menggunakan jasa 1.000 dukun ampuh berskala internasional," kata Saiful.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya