Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: AFP)

Dunia

Trump Ogah Minta Maaf Usai Unggah Video Meme Obama Jadi Kera

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 03:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk meminta maaf usai mengunggah video yang menampilkan Presiden AS ke-44 Barack Obama bersama istrinya, Michelle Obama yang digambarkan sebagai kera di hutan.

Video tersebut mendapat banyak kecaman setelah sempat diunggah melalui akun media sosial milik Trump, Truth Social, pada Kamis 5 Febuari 2026, sebelum akhirnya dihapus. 

Unggahan itu langsung menuai kritik keras, termasuk dari kalangan internal Partai Republik, karena dinilai sarat muatan rasisme. Saat ditanya apakah akan meminta maaf kepada Obama, Trump dengan tegas menolak.


"Tidak. Saya tidak buat salah," kata Trump dikutip dari AP pada Minggu 8 Febuari 2026.

Menanggapi tudingan rasisme, Trump justru mengklaim dirinya sebagai presiden yang paling tidak rasis sepanjang sejarah kepemimpinan AS.

"Saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama," ujarnya.

Trump juga meyakini polemik tersebut tidak akan memengaruhi elektabilitas Partai Republik di kalangan pemilih kulit hitam dalam pemilu mendatang.
Kronologi unggahan video

Dalam keterangannya kepada media, Trump mengaku hanya melihat sebagian awal video tersebut dan menyerahkan pengelolaannya kepada staf.

"Saya melihat bagian awalnya. Baik-baik saja. Itu adalah unggahan yang kuat terkait kecurangan Pemilu," kata Trump.

Trump berdalin kelalaian tersebut terjadi di tingkat staf karena video tidak ditonton hingga selesai.

"Pada akhirnya tak ada yang tahu. Jika mereka, melihat, mereka mungkin melihatnya, dan mungkin mereka akan cukup bijak untuk menghapusnya,” tuturnya

Video tersebut kemudian viral dan memicu gelombang kecaman, termasuk dari Senator Tim Scott, satu-satunya anggota Partai Republik berkulit hitam di Senat AS. Scott menilai unggahan itu bersifat rasis dan mendesak Trump segera menghapusnya.

"Saya berharap semoga itu palsu karena itu adalah hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini. Presiden harus menghapusnya," ujar Scott melalui akun X.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya