Berita

Timnas Futsal Indonesia. (Foto: Instagram/@timnasfutsal)

Publika

Timnas Futsal Tetap Juara di Hati 285 Juta Rakyat

MINGGU, 08 FEBRUARI 2026 | 01:23 WIB

EMOSI benar-benar diaduk. Sekali teriak, sekali terdiam. Pada akhirnya, Timnas Indonesia mengakui kehebatan Iran di laga final Piala Asia Futsal di Indonesia Arena, Jakarta pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Pada nangis massal semua. Walau demikian, Timnas tetap juara di hati 285 juta rakyat negeri ini.

Arena Indonesia berubah jadi gelanggang kolosal. Bukan sekadar final, tapi duel dua aliran besar, silat Nusantara melawan gulat Persia. 


Timnas Indonesia datang tanpa status unggulan, tanpa mahkota, tanpa ramalan indah para peramal sepak bola yang biasanya lebih akurat menebak arah angin politik ketimbang hasil pertandingan. 

Di seberang, Iran berdiri sebagai raja futsal Asia, langganan juara, otot-ototnya seperti disusun dari sejarah dan tradisi. Tapi justru di situlah nikmatnya. Yang diremehkan menantang yang ditakuti.

Belum genap tiga menit, Hossein Tayebibidgoli sudah menjebol gawang Habiebie. Skor 0-1. Seisi arena mendadak sunyi, penonton di rumah menatap layar sambil menyesap kopi yang tiba-tiba terasa seperti air cucian beras. 

Iran santai saja, seperti pejabat yang sudah hafal jalur kekuasaan. Tapi para pesilat Nusantara menolak tunduk. 

Menit ketujuh, Reza Gunawan mengirim balasan telak. Skor 1-1. Arena langsung pecah, teriakan membumbung, tetangga yang biasanya pelit senyum mendadak ramah.

Belum sempat Iran mengatur napas, Israr Megantara menusuk. Gol. Semenit berselang, Israr lagi. Dua gol beruntun. Skor 3-1. Jurus silat berputar cepat, gulat Iran seperti kehilangan pegangan. 

Iran mencoba membalas, sempat mencetak gol, tapi VAR berkata tidak. Penonton bersorak seolah baru dengar kabar koruptor ditangkap basah. 

Iran mendapat tendangan bebas, tapi Habiebie menghalaunya dengan jurus entah dari perguruan mana, yang jelas bikin penonton lupa kalau mamang bakso sudah lewat sambil klakson.

Iran tak mau dipermalukan. Menit 18, Mahdi Karimi memanfaatkan tendangan bebas dan menjebol gawang. Skor 3-2. 

Jantung penonton mulai kerja lembur. Doa-doa ibu-ibu pengajian naik volume, dari level harian ke mode darurat. 

Babak pertama berakhir 3-2, enam belas ribu penonton di arena seperti lupa dosa, sementara di rumah nenek-nenek ikut nonton sambil waspada jangan dikagetin cucu.

Di ruang ganti, Hector Souto menjelma guru besar silat. Ia mengingatkan pasukannya, 280 juta rakyat sedang menahan napas. 

Ini bukan cuma soal piala, tapi soal harga diri bangsa yang sering kalah debat di meja, tapi pantang menyerah di lapangan.

Babak kedua dimulai, Iran mengeluarkan jurus maut. Tendangan bebas kembali bersarang di gawang Habiebie. 

Skor imbang. Kopi makin dingin. Tapi Samuel Eko, “Budak Pontianak”, membalas cepat. Skor 4-3. 

Penonton histeris, utang, cicilan, dan timeline media sosial mendadak tak penting. Iran menyerang bertubi-tubi, satu peluang membentur tiang. Penonton serentak mengusap dada, pesan kopi lagi.

Iran akhirnya menyamakan kedudukan lewat kipernya, Bagher Mohammadi, yang maju bak pegulat nekat. 

Skor 4-4. Waktu normal habis. Arena tetap penuh, tak ada yang beranjak. Extra time dimulai, tensi naik seperti harga beras. 

Israr kembali jadi pahlawan lewat situasi sepak pojok, skor 5-4. Nusantara berguncang. Tapi futsal memang tak kenal belas kasihan. Salar melepas tembakan jarak jauh. Skor 5-5. Emosi penonton diaduk-aduk seperti semen di molen.

Adu penalti jadi penentu. Timnas mengganti kiper, M Nazar masuk menggantikan Habiebie. Kadang bergantian. Drama mencapai puncak. 

Sayang, Iran menang 5-4 dan kembali mentasbihkan diri sebagai raja futsal Asia. Namun malam itu Indonesia tak kalah. 

Timnas mencetak sejarah. Tembus final, menantang raja, dan bertarung sampai titik darah penghabisan. 

Anak-anak Nusantara, yang makan sambal belacan dan berlatih dengan segala keterbatasan, membuktikan mereka layak berdiri di panggung Asia. 

Piala boleh melayang, tapi kebanggaan tinggal menetap. Bravo Timnas, kalian juara di hati.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya