Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Aksi Buru Harga Murah Selamatkan Emas dari Tren Negatif Mingguan

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia berhasil membalikkan keadaan pada penutupan perdagangan Jumat 6 Februari 2026 waktu setempat, sekaligus mengamankan kenaikan mingguan sebesar 2 persen. 
Setelah sempat terkapar pada sesi sebelumnya, logam mulia ini kembali diminati investor berkat kombinasi melemahnya indeks Dolar AS dan aksi perburuan harga murah oleh para pelaku pasar yang optimistis.
Emas spot melonjak hingga 3,9 persen ke level 4.979,80 Dolar AS. Sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup naik 1,8 persen di level 4.979,80 Dolar AS per ons.

Melemahnya Dolar sebesar 0,2 persen menjadi angin segar bagi pembeli luar negeri, mengingat emas menjadi lebih terjangkau secara konversi mata uang.


Kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh kabar sejuk dari Timur Tengah. Diplomat tertinggi Iran menyatakan bahwa perundingan nuklir dengan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Oman berjalan dengan awal yang baik. 

Progres diplomasi ini meredakan kecemasan pasar akan risiko konflik bersenjata, meski analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai harga emas masih membutuhkan pemicu geopolitik yang lebih besar untuk bisa menembus rekor baru.

Di sisi lain, perak spot mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 8,6 persen ke level 77,33 Dolar AS per ons, meski secara akumulasi mingguan masih terbebani penurunan tajam dari pekan sebelumnya. Untuk meredam volatilitas yang liar, CME Group bahkan harus menaikkan persyaratan margin kontrak emas dan perak untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir sebagai langkah mitigasi risiko.

Pemulihan ini tidak hanya milik emas dan perak; logam mulia lainnya seperti platinum dan palladium pun turut menguat signifikan, masing-masing sebesar 5,4 persen dan 6,2 persen, menutup akhir pekan dengan napas yang lebih lega bagi para investor komoditas.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya