Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)

Hukum

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 22:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran pejabat pajak dan bea cukai agar tidak mengulangi praktik korupsi yang mencoreng institusi negara.

Ia menegaskan masih adanya persoalan serius terkait integritas aparatur, menyusul terbongkarnya kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Pajak dan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya secara terbuka menyinggung temuan KPK terkait penggunaan safe house oknum pegawai bea cukai untuk menyimpan uang dan logam mulia hasil korupsi.


"Artinya ada sebagian pegawai kita belum menjalankan pekerjaannya dengan baik dan lurus," kata Purbaya di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurutnya, praktik tersebut mencerminkan kegagalan upaya bersih-bersih internal. Kondisi ini dibutuhkan pengawasan lebih ketat dari seluruh pimpinan.

"Masih ada yang terima uang, ada safe house katanya, ada uang sekian, ada emas tiga kilo dan lain-lain. Artinya kita masih belum bersih," tegasnya.

Purbaya menjelaskan, rotasi dan perombakan pejabat selama sepekan terakhir di lingkungan Kemenkeu akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyimpangan sekaligus memulihkan kepercayaan publik.

"Ke depan teman-teman memperbaiki image bea cukai dan pajak. Yang pajak kan kena (OTT KPK) di Kalimantan, bea cukai di sini (Jakarta), ini terjadi berkali-kali dan kalau kita enggak hati-hati akan terjadi terus,” jelas Purbaya.

KPK sebelumnya mengungkap ada safe house yang digunakan oknum pegawai bea cukai yang terjaring OTT. Safe house itu berada di apartemen Jakarta untuk menyimpan hasil kejahatan korupsi.

"Diduga para oknum ditjen bea cukai ini menyiapkan safe house untuk menyimpan barang-barang seperti uang, logam mulia. Disiapkan secara khusus untuk tempat penyimpanan (hasil korupsi)," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya