Berita

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlory atau Gus Yusuf. (Foto: Humas PKB)

Politik

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 22:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlory atau Gus Yusuf membuat keputusan besar dengan menyatakan mundur dan tidak lagi aktif dalam struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), baik di tingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) maupun Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Sebelumnya, Gus Yusuf tercatat menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah serta Ketua Bidang Pendidikan dan Pesantren DPP PKB.

“Saya off, tidak aktif lagi di struktur, baik DPW maupun DPP PKB, dan balik fokus menata kembali pesantren,” ujar Gus Yusuf kepada awak media, Jumat, 6 Februari 2026.


Ia menegaskan, keputusan tersebut diambil secara sadar dan matang, sebagai bagian dari ikhtiar pribadi untuk kembali menguatkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, kaderisasi, dan pengabdian umat. 

Gus Yusuf menilai, penguatan pesantren merupakan kontribusi strategis jangka panjang bagi bangsa. Dia mengungkapkan, keputusan untuk keluar dari struktur PKB telah dipikirkannya jauh hari sebelum Musyawarah Wilayah DPW PKB Jawa Tengah yang digelar pada akhir Januari 2026. 
Dalam musyawarah tersebut, Sarif Abdillah, yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, ditetapkan sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah periode 2026–2031.

Menurut Gus Yusuf, rencana pengunduran diri tersebut juga telah ia sampaikan secara langsung kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Namun pada saat itu, Cak Imin sempat meminta agar Gus Yusuf tetap bertahan.

“Cak Imin, terus terang melarang berhenti, gondheli (menahan),” tuturnya.

Meski demikian, Gus Yusuf menegaskan bahwa keputusannya mundur dari struktur partai tidak mengubah pandangannya terhadap PKB dan sejarah kelahirannya.

“Saya tetap memandang PKB dilahirkan NU. Kami tetap punya tanggung jawab moral ikut mengawal,” ujarnya.

Ke depan, selain kembali fokus mengelola Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo di Kabupaten Magelang, Gus Yusuf juga berencana mengembangkan sejumlah program pendidikan berbasis pesantren.

Di antaranya adalah pendirian ma’had aly serta mengawal pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis pesantren di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun ini.

Langkah tersebut, menurut Gus Yusuf, merupakan bagian dari komitmennya untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berakhlak, dan relevan dengan tantangan zaman.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya