Berita

Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: PPID DKI)

Nusantara

Bukan Menolak, Warga Pilih Kawal Operasional RDF Plant Rorotan

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 18:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Operasional Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, terus mendapat dukungan dari masyarakat. 

Warga di sekitar RDF Plant Rorotan kini tak lagi khawatir dengan operasional fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif tersebut karena menggunakan teknologi pengendalian emisi berstandar tinggi yang aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. 

Tokoh masyarakat Karang Tengah, Ahmad Rifai, menyebut warga setempat kini memilih mengawal jalannya operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut, alih-alih menolaknya.


“Awalnya memang ada penolakan karena warga khawatir. Tapi saat aspirasi kami disampaikan, pengelola menerima dengan baik dan membuka ruang dialog. Dari situ muncul kesepakatan bersama agar operasional RDF terus diperbaiki. Karena fasilitasnya juga sudah berdiri, kami akhirnya memilih mengawal agar benar-benar berjalan untuk kepentingan dan keselamatan warga,” ujar Rifai lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, meski secara administratif RDF Plant Rorotan berada di wilayah Jakarta, namun kedekatan geografis dengan Desa Pusaka Rakyat, Kabupaten Bekasi,  membuat komunikasi antara warga dan pengelola menjadi hal yang penting. Saat ini, hubungan tersebut telah terjalin dengan cukup baik.

Rifai menilai, keberadaan RDF Plant Rorotan merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan dari upaya penanganan sampah perkotaan, khususnya Jakarta yang setiap hari menghasilkan volume sampah sangat besar.

“Kalau tidak ada fasilitas seperti RDF ini, sampah Jakarta mau dibawa ke mana? Justru keberadaan RDF Plant Rorotan dibutuhkan agar sampah bisa langsung diolah dan tidak menumpuk,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, mulai adanya berbagai perbaikan nyata yang dilakukan oleh pengelola RDF Plant Rorotan. Meliputi  peningkatan sistem mesin, penambahan deodorizer dan sistem penghisap bau, pemasangan alat pemantau kualitas udara di beberapa titik, hingga penggunaan truk compactor tertutup dalam pengangkutan sampah.

“Sekarang pengangkutan sudah menggunakan truk compactor, jadi sampah tidak berceceran dan air lindi tidak menetes di jalan. Sistem pengendalian bau juga terus ditingkatkan. Ini yang membuat warga melihat ada keseriusan untuk berbenah,” jelasnya.

Selain dampak lingkungan, Rifai turut menyoroti manfaat sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Keberadaan RDF Plant Rorotan dinilai membuka peluang kerja bagi warga lokal, terutama generasi muda yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Meski demikian, Rifai menegaskan sikap warga bukan berarti tanpa catatan. Warga berharap pengelola RDF Plant Rorotan terus meningkatkan pengendalian dampak lingkungan, khususnya terkait potensi kebauan dan kualitas udara.

“Kami tidak menolak, tapi memilih mengawal. Harapan kami, perbaikan terus dilakukan agar operasional RDF semakin maksimal, aman bagi lingkungan, dan tidak mengganggu kesehatan warga,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya