Berita

Logo KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Konsultan Pajak Johan Yudhya Terseret Kasus Pajak di KPP Madya Jakut

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 17:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seorang konsultan dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan 

RMOL. KPK memanggil seorang konsultan pajak, Johan Yudhya Santosa untuk diperiksa sebagai saksi dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara (Jakut) tahun 2021-2026.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat sore, 6 Februari 2026.


Hingga berita ini dipublikasi, konsultan tersebut belum terlihat memenuhi pemanggilan KPK.

Dalam pengembangan perkara ini, tim penyidik telah menggeledah Kantor Pusat DJP di Jakarta pada Selasa, 13 Januari 2026.Sejumlah ruangan digeledah, termasuk ruangan Direktorat Peraturan Perpajakan dan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian. Dari sana, tim penyidik mengamankan sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan uang.

Pada malam harinya, tim penyidik menggeledah kantor PT Wanatiara Persada di Jakarta Utara dan diamankan dokumen terkait data pajak perusahaan, bukti bayar, dan juga dokumen kontrak, serta barang bukti elektronik berupa dokumen elektronik, laptop, handphone, dan data lain terkait perkara.

Pada Senin, 12 Januari 2026, tim penyidik juga menggeledah KPP Madya Jakut dan mengamankan dokumen pelaksanaan penilaian dan pemeriksaan pajak oleh KPP Madya Jakut dengan wajib pajak PT WP, barang bukti rekaman CCTV, alat komunikasi, laptop, media penyimpanan data, serta uang 8 ribu Dolar Singapura.

Pemeriksaan dan penggeledahan ini merupakan pengembangan dari OTT pada 9-10 Januari 2026. Dari OTT ini, 8 orang diamankan KPK, yakni Dwi Budi selaku Kepala KPP Madya Jakut, Heru Tri Noviyanto selaku Kepala Seksi Pemeriksaan, Penilaian, dan Penagihan KPP Madya Jakut, Agus Syaifudin selaku Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakut.

Selanjutnya, Askob Bahtiar selaku Tim Penilai di KPP Madya Jakut, Abdul Kadim Sahbudin selaku konsultan pajak, Pius Suherman selaku Direktur SDM dan PR PT WP, Edy Yulianto selaku staf PT WP, dan Asep selaku pihak swasta lainnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya