Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Ambruk di Level 66.200 Dolar AS

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin turun sekitar 6 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di level 66.244 Dolar AS pada Jumat siang, 6 Februari 2026, menurut data CoinMarketCap.

Pelemahan ini terutama dipicu oleh gelombang likuidasi posisi leverage dan tekanan dari pasar keuangan secara luas. Pergerakan Bitcoin juga sangat sejalan dengan pasar saham AS, tercermin dari korelasi tinggi 91,6 persen dengan indeks S&P 500, yang menandakan faktor makro menjadi penggerak utama.

Tekanan jual bermula dari lonjakan posisi long dengan leverage tinggi yang tidak mampu bertahan saat harga mulai turun. Akibatnya, terjadi likuidasi Bitcoin lebih dari 1,3 miliar Dolar AS hanya dalam 24 jam. Likuidasi paksa ini menciptakan efek berantai, di mana penjualan otomatis terus menekan harga semakin rendah.


Pada saat yang sama, tingkat pendanaan (funding rate) kontrak perpetual berubah sangat negatif di -0,0043 persen, mencerminkan sentimen pasar yang sangat bearish. Kondisi ini juga mendorong lebih banyak pelaku pasar untuk membuka posisi short.

Penurunan harga Bitcoin terjadi seiring pelemahan aset berisiko lainnya. Data menunjukkan korelasi Bitcoin dengan ETF S&P 500 (SPY) mencapai 0,916, sementara SPY sendiri turun 2,21 persen. Tidak hanya saham, emas (XAU/USD) juga anjlok 6,57 persen, menandakan tekanan jual meluas di berbagai kelas aset.

Meski tidak terlihat pemicu makro spesifik dalam data yang ada, penurunan serempak ini menunjukkan sentimen risk-off global, di mana investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 30 hari di 68.122 Dolar AS, yang menandakan tekanan masih dominan. Level support terdekat berada di area Fibonacci 61,8 persen di 65.149 Dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya