Berita

Mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

Politik

Indonesia Harus Waspadai Manuver Trump dan Israel di BoP

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menegaskan sikapnya terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Dino menilai, meski Indonesia telah terlanjur masuk dalam BoP, kewaspadaan tetap mutlak dijaga, terutama terhadap manuver politik Presiden Trump dan agenda Israel yang berpotensi membungkam perjuangan Palestina.

“Posisi saya mengenai Board of Peace sama sekali tidak berubah. Piagam BoP banyak kejanggalan. Tapi karena Indonesia sudah keburu masuk BoP, kita harus waspadai perilaku Trump dan agenda Israel untuk membungkam Palestina, dan selalu menjaga opsi untuk keluar dari BoP,” ujar Dino lewat akun X miliknya, Jumat, 6 Februari 2026.


Ia mengungkapkan, sikap tersebut tetap ia pegang setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, dalam beberapa hal, posisi pemerintah Indonesia dinilainya sejalan dengan pandangan yang ia sampaikan.

Dino juga meluruskan pernyataannya soal BoP yang ia sebut sebagai “satu-satunya opsi saat ini”. Menurutnya, pernyataan itu bukan penilaian normatif, melainkan gambaran fakta di lapangan.

"Sampai saat ini, hanya ada 20-point plan dan BoP sebagai satu-satunya kesepakatan untuk upaya gencatan senjata, dan yang didukung Dewan Keamanan PBB. Hanya ini. Belum ada solusi lain dari Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, atau negara-negara Arab,” jelasnya.

Ia menambahkan, negara-negara Arab juga mendukung 20-point plan dan BoP. Namun demikian, Dino menegaskan hal itu tidak berarti BoP merupakan solusi terbaik atau solusi permanen bagi konflik Gaza.

Terkait ucapannya mengenai pendekatan presiden yang dinilainya “realistis”, Dino menjelaskan bahwa Prabowo memahami keterbatasan Indonesia untuk terjun lebih jauh dalam konflik yang sangat kompleks.

“Ini berarti Presiden memahami keterbatasan Indoneseia ikut terjun dalam konflik yang sangat rumit, sehingga Indonesia secara strategis dan taktis harus berbaris dengan 7 negara muslim lainnya,” ujarnya.

Menurut Dino, sikap realistis juga mencerminkan kesadaran bahwa BoP tidak memiliki jaminan keberhasilan.

“Bahkan ada kemungkinan gagal,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya