Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Dokumen RMOL)
Sepanjang tahun 2025, mesin ekonomi Indonesia terbukti tidak hanya sekadar tumbuh secara angka, tetapi juga berhasil memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa tren positif ini telah membuka pintu bagi sekitar 1,3 juta lapangan kerja baru di tanah air.
"Pertumbuhan tersebut kan menciptakan lapangan pekerjaan itu sekitar 1,3 juta sehingga ada tambah orang yang bekerja,” tutur Airlangga di kantornya di Jakarta, dikutip Jumat 6 Februari 2026.
Loncatan ini bukan tanpa alasan. Ekonomi melonjak 5,39 persen di kuartal IV, sehingga secara total tahunan tumbuh 5,11 persen.
Airlangga menyebut performa ini merupakan yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi yang relatif lebih stabil dibandingkan banyak negara lain.
Kunci dari ketangguhan ini terletak pada sektor-sektor strategis. Industri manufaktur, misalnya, mampu berekspansi hingga 5,4 persen dan menjadi motor penggerak utama. Tidak ketinggalan, sektor pertanian juga menunjukkan kebangkitan yang signifikan. Gabungan antara industri, perdagangan, dan pertanian kini menyokong lebih dari 40 persen PDB Indonesia.
Airlangga menilai, keberhasilan menyerap jutaan tenaga kerja ini juga merupakan buah dari berbagai "umpan" stimulus yang dilemparkan pemerintah. Mulai dari insentif PPN DTP hingga kebijakan pajak penghasilan (PPh) yang ditanggung pemerintah bagi pekerja bergaji di bawah Rp10 juta, semuanya dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong ekspansi dunia usaha.
Namun, di balik rapor hijau tersebut, pemerintah tetap mawas diri. Airlangga mengakui adanya tantangan besar dalam meningkatkan rasio penerimaan negara. Pihaknya kini tengah berkoordinasi intensif dengan Menteri Keuangan untuk mengoptimalkan sistem coretax agar pendapatan pajak tidak hanya jalan di tempat.
Menutup keterangannya, Airlangga optimistis bahwa dengan menjaga ritme ekspansi di sektor-sektor kunci dan melanjutkan stimulus yang tepat sasaran, momentum penyerapan tenaga kerja ini akan terus berlanjut di masa depan.