Ilustrasi (Gemini AI)
Ilustrasi (Gemini AI)
Dikutip dari 9News, Jumat 6 Februari 2026, sejak Januari lalu, Rio Tinto - perusahaan Inggris-Australia - dan Glencore yang berbasis di Swiss telah menjajaki rencana merger. Jika terwujud, penggabungan ini akan melahirkan perusahaan tambang terbesar di dunia dengan nilai sekitar 300 miliar Dolar Australia. Kedua perusahaan juga sama-sama memiliki operasi tambang besar di Australia.
Dalam pernyataan resminya, Rio Tinto menyebut tidak tercapainya kesepakatan disebabkan oleh kegagalan menyusun skema merger yang mampu memberikan nilai optimal bagi pemegang sahamnya. Sementara Glencore menyatakan bahwa Rio Tinto tidak menawarkan premi yang cukup besar untuk mengambil alih kendali penuh dalam merger tersebut.
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51
UPDATE
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49
Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25
Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59
Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36
Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18
Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50
Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28
Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08
Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45
Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24