Berita

Ilustasi (RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

BEI Pacu Tiga Inisiatif Strategis Sebelum April 2026 Demi Kredibilitas Pasar Modal

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama OJK dan KSEI menyiapkan tiga langkah besar untuk "bersih-bersih" pasar modal dan meningkatkan kepercayaan investor.

Setelah berdiskusi dengan lembaga indeks global organ Stanley Capital International (MSCI), BEI menyiapkan tiga langkah besar untuk "bersih-bersih" dan meningkatkan kepercayaan investor.

Semua perubahan ini ditargetkan selesai pada akhir April 2026, lebih cepat dari tenggat waktu yang diminta pihak MSCI.


Tiga langkah tersebut adalah; 

1. Pemilik Saham 1 Persen Kini Mulai Dipantau. Dulu, hanya pemegang saham di atas 5 persen yang datanya dibuka ke publik. Sekarang, siapa pun yang punya saham minimal 1 persen akan dilaporkan setiap bulan.

“BEI akan menambahkan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen yang disampaikan secara bulanan, guna semakin meningkatkan transparansi pasar,” tulis BEI dalam keterangannya resmi di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026. 

2. Data Investor Dibuat Lebih Detail. Sistem identitas investor (SID) akan diperbaiki. Klasifikasi investor yang tadinya umum akan dipecah menjadi 27 kategori tambahan. Tujuannya agar bursa tahu lebih detail siapa sebenarnya yang bermain di balik akun-akun korporasi.

3. Saham Publik Wajib Lebih Banyak (Free Float). Perusahaan yang melantai di bursa wajib melepas lebih banyak saham ke masyarakat. Batas minimal saham publik yang tadinya hanya 7,5 persen akan dinaikkan dua kali lipat menjadi 15 persen.

“Ketentuan minimum free float akan ditingkatkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Peningkatan tersebut akan diterapkan secara bertahap,” lanjut BEI.

Langkah ini adalah upaya BEI agar pasar modal Indonesia tidak dianggap "gelap" atau penuh permainan. Dengan data yang lebih terbuka, investor lokal maupun asing akan merasa lebih aman bertransaksi.

Pihak bursa menegaskan akan terus berkomunikasi aktif dengan MSCI agar daya saing Indonesia di mata dunia tetap terjaga.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya