Berita

Ilustrasi kapal bantuan Gaza (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube SABC News)

Global

Libatkan 1.000 Aktivis, Armada Global Sumud Kembali Siap Berlayar ke Gaza

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para aktivis internasional mengumumkan rencana pelayaran armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla terbaru ke Jalur Gaza pada Maret 2026.

Para penyelenggara menyebut misi yang akan akan melibatkan lebih dari 100 kapal dan membawa hingga 1.000 aktivis dari berbagai negara ini sebagai “intervensi kemanusiaan terkoordinasi terbesar” untuk Gaza, yang hingga kini masih berada di bawah blokade laut Israel. Armada tersebut akan diisi oleh aktivis kemanusiaan, tenaga medis, serta penyelidik kejahatan perang.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan di yayasan mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela di Johannesburg. Dalam kesempatan tersebut, para aktivis menegaskan bahwa aksi ini merupakan mobilisasi sipil terbesar untuk menentang tindakan Israel di Gaza.


“Ini adalah sebuah perjuangan bagi siapa pun yang ingin bangkit dan membela keadilan serta martabat untuk semua,” ujar Mandla Mandela, cucu Nelson Mandela, yang juga ikut serta dalam armada sebelumnya dan sempat ditangkap oleh Israel, dikutip dari Al-Jazeera, Jumat 6 Februari 2026.

Selain armada laut, Global Sumud Flotilla juga akan didukung konvoi darat yang melintasi negara-negara Arab terdekat. Konvoi ini diperkirakan akan menarik ribuan pendukung tambahan dan memperluas dukungan internasional terhadap warga Gaza.

Pada Oktober 2025 lalu, militer Israel mencegat sekitar 40 kapal dari armada Global Sumud saat membawa bantuan ke Gaza. Lebih dari 450 aktivis ditangkap, termasuk Mandla Mandela, aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg, serta anggota Parlemen Eropa Rima Hassan. Sejumlah peserta mengaku mengalami pelecehan fisik dan psikologis selama ditahan.

Pemerintah Israel menilai armada bantuan tersebut sebagai aksi publisitas semata. Namun, pihak penyelenggara menegaskan bahwa tujuan mereka adalah mematahkan pengepungan “ilegal” Israel terhadap Gaza, serta menyebut penyitaan kapal sebagai pelanggaran hukum maritim internasional.

Para aktivis dan pekerja kemanusiaan menyoroti bahwa Israel telah sangat membatasi masuknya bantuan sejak melancarkan perang di Gaza, yang menyebabkan kondisi menyerupai kelaparan di wilayah tersebut. Meski bantuan mulai masuk sejak gencatan senjata Oktober lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai jumlahnya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Meski menyadari risiko kembali dicegat, para aktivis menegaskan bahwa misi ini penting untuk menarik perhatian dunia terhadap penderitaan warga Gaza. “Kami mungkin belum sampai ke Gaza secara fisik, tetapi kami telah menjangkau orang-orang di Gaza,” kata salah satu aktivis, Susan Abdallah.

“Mereka tahu bahwa kami peduli, dan kami tidak akan berhenti sampai pengepungan ini benar-benar dipatahkan," ujarnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya