Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Aksi Jual Global Tekan Harga Emas

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melemah sementara perak anjlok tajam tertekan penguatan Dolar AS dan aksi jual besar-besaran di pasar keuangan global. Hal ini mendorong investor melepas aset logam mulia.

Emas spot turun 1,8 persen ke level 4.872,83 Dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 5 Februari 2026 waktu setempat. 

Sebelumnya, emas spot sempat menyentuh titik terendah harian di 4.791,69 Dolar AS, menurut laporan Reuters. 


Sementara itu, emas berjangka AS kontrak April ditutup melemah 1,2 persen ke 4.889,50 Dolar AS per ons.

Tekanan paling dalam terjadi pada perak. Harga perak spot merosot 12,1 persen menjadi 77,36 Dolar AS per ons, setelah sempat jatuh hingga 72,21 Dolar AS per ons di awal perdagangan.

Penguatan Dolar AS ke level tertinggi dua pekan, bersamaan dengan pelemahan pasar saham Wall Street, menjadi faktor utama penurunan harga. Indeks S&P 500 mendekati level terendah dua pekan, sementara Nasdaq turun ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menyebut aksi jual dipicu tekanan margin akibat kerugian di pasar saham, sehingga investor menutup posisi di logam mulia. Ia menegaskan secara fundamental tidak ada perubahan besar pada pasar emas dan perak.

Dalam beberapa sesi terakhir, pergerakan logam mulia sangat volatil. Emas dan perak bahkan mencatat penurunan harian terdalam dalam beberapa dekade pekan lalu, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi.

Analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai volatilitas masih akan bertahan karena pasar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, dengan risiko tekanan lanjutan dalam jangka pendek.

Logam mulia lain juga ikut melemah. Harga platinum spot turun 7,5 persen ke 2.057,86 Dolar AS per ons, sementara paladium merosot 5,3 persen menjadi 1.680,50 Dolar AS per ons.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya