Berita

Ilustrasi

Hukum

Alpriado Osmond Diduga Intimidasi Keluarga Pendeta, Proses Hukum Berjalan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 18:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kasus dugaan intimidasi terhadap keluarga seorang pendeta yang sempat viral di media sosial kini memasuki proses hukum.

Kasus tersebut ditangani Polres Metro Jakarta Utara setelah laporan terhadap Alpriado Osmond, mantan terpidana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), naik ke tahap penyelidikan.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/2395/XII/2025/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 Desember 2025, Alpriado Osmond tercatat sebagai Terlapor I bersama Diori Parulian Ambarita dan sejumlah pihak lainnya (Dkk).


Setelah hampir dua bulan sejak laporan dibuat, pelapor bernama Johannes, yang berprofesi sebagai pendeta, pada Kamis 5 Februari 2025 memenuhi panggilan penyidik di Polsek Tanjung Priok untuk memberikan keterangan.

Johannes menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Desember 2025 ketika terlapor mendatangi rumah keluarganya sejak pagi hingga sore hari dengan membawa sejumlah orang yang tidak dikenalnya.

"Puncaknya sekitar pukul dua siang, saat saya bersama istri dan anak hendak berangkat melayani ibadah Natal. Terlapor dan kelompoknya melakukan tindakan yang kemudian saya laporkan," kata Johannes.

Dia menceritakan, situasi  saat itu baru bisa dikendalikan setelah aparat Polsek Tanjung Priok dan Polres Metro Jakarta Utara turun ke lokasi atas laporan warga.

Johannes menegaskan, menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap kepolisian mengusut kasus tersebut secara profesional dan transparan, termasuk menelusuri kemungkinan pihak-pihak lain yang terlibat.

Ia juga menyoroti dampak psikologis terhadap anaknya yang masih berusia 1,5 tahun dan menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Sebagai informasi, Alpriado Osmond diketahui berprofesi sebagai auditor di Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf yang kini dikenal sebagai RSM Indonesia.

Ia sebelumnya dijatuhi vonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tangerang dalam perkara KDRT terhadap istrinya pada 25 Juli 2024, berdasarkan Putusan Nomor 243/Pid.Sus/2024/PN Tng.

Dalam putusan tersebut, Alpriado dijatuhi pidana penjara tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan setelah adanya perdamaian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya