Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam kegiatan Outlook Media 2026 bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas", di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2026. (FOto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Jurnalisme Algoritma Jadi Biangkerok Turunnya Kepercayaan ke Media Massa

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 15:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Corak pemberitaan media massa di era disrupsi digital ini, dimana cenderung mengikut arus informasi di media-media sosial, disinyalir menjadi biang kerok dari turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media massa itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam kegiatan Outlook Media 2026 bertajuk "Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan, dan Integritas di Era Hiper-Konetivitas", di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 5 Februari 2026.

"Jadi kabar baiknya media mainstream, baik itu TV, kemudian koran, radio, termasuk juga portal online, itu trust-nya masih tinggi, tapi trennya (untuk kepercayaan) turun, nah ini kabar buruknya ya," ujar dia. 


Berdasarkan hasil risetnya, justru tren masyarakat terhadap media sosial cenderung meningkat tajam secara eksponensial untuk aksesnya, tetapi tingkat kepercayaannya rendah.

"Poin saya sebenarnya bukan di pemerintahnya, tapi kita kalangan media itu melakukan semacam introspeksi, terutama dari sisi kepercayaan," tuturnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin mencermati tren pemberitaan media massa sekarang ini cenderung mengikuti apa yang ramai diperbincangkan di media sosial, sehingga coraknya cenderung jurnalisme alogaritma.

"Saya punya hipotesis, meskipun masih lebih dipercaya dibanding medsos tapi trust terhadap media mainstream turun, itu karena sebagian dari media mainstream kita larut dengan logika medsos. Jadi terjebak oleh logika jurnalisme alogaritma yang menurut saya itu malah membesarkan medsos. Padahal media mainstream itu punya kekuatan yang luar biasa, yang selama ini membuat masyarakat percaya," paparnya.

"Tapi belakangan, media mainstream malah membesarkan medsos secara tidak sengaja dengan mengangkat hal-hal yang viral, yang LGBT di media sosial diangkat ke media mainstream. Sama proses verifikasi yang memadai (tak dilakukan). Jadi ini yang kemudian membuat trust terhadap media mainstream meskipun masih tertinggi, tapi trennya turun," demikian Burhanuddin menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya