Berita

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah. (Foto: Dokumentasi Fraksi PKB)

Politik

Rakyat Butuh Stok dan Harga Pangan Terkendali Jelang Ramadan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta segera menyiapkan peta stok dan peta risiko harga pangan per wilayah menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. 

Pemerintah dalam hal ini harus fokus pada wilayah defisit pangan serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar gejolak harga tahunan tidak terulang.

“Pemetaan kebutuhan pangan dan stabilitas harga pangan yang terjangkau akan mendorong masyarakat lebih nyaman dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan," kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, kepada wartawan, Kamis 5 Februari 2026.


Rina mengatakan, ukuran keberhasilan pemerintah dalam mengamankan pangan bukan sekadar angka surplus pada neraca nasional, melainkan kemampuan masyarakat ekonomi bawah untuk mengakses pangan dengan harga terjangkau. 

“Indikator utama keberhasilan negara adalah apakah buruh, petani kecil, nelayan, dan warga miskin perkotaan benar-benar bisa membeli pangan dengan harga wajar,” kata Rina.

Legislator asal Jawa Barat ini menyoroti anomali yang kerap terjadi setiap tahun, di mana pemerintah mengklaim stok aman namun harga di pasar tradisional tetap melonjak. 

Ia menilai persoalan utama terletak pada tata kelola distribusi dan efektivitas pengawasan di lapangan, bukan semata-mata pada jumlah produksi.

“Kementerian dan lembaga pangan seolah sudah bekerja maksimal seperti ‘Avengers’, tapi faktanya masyarakat di lapangan masih terbebani harga tinggi," kata Rina. 

"Rakyat tidak butuh narasi panjang soal stok, yang mereka butuhkan adalah kehadiran negara secara nyata melalui harga yang terkendali,” sambungnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya