Berita

Ilustrasi - surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Foto: repro @detik.com)

Nusantara

Gerakan Rakyat:

Ibu Pertiwi Menangis Ada Siswa SD Bunuh Diri

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 10:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. 

Anak berusia 10 tahun tersebut ditemukan mengakhiri hidupnya pada Kamis 29 Januari 2026, diduga karena putus asa setelah ibunya tidak mampu membelikan buku tulis dan pulpen seharga Rp10.000.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerakan Rakyat Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Mira Pane menyatakan bahwa peristiwa ini tamparan keras bagi pemerintah dan bukti nyata kegagalan negara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.


"Ibu Pertiwi menangis. Seorang anak sekolah dasar bunuh diri karena kemiskinan," kata Mira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.

Berdasarkan informasi, bocah malang tersebut tinggal bersama neneknya berusia 80 tahun di gubuk bambu berukuran 2x3 meter. Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang untuk peralatan sekolah kepada ibunya, MGT (47), seorang janda yang bekerja sebagai buruh serabutan. Namun, karena kondisi ekonomi membuat permintaan itu tidak dapat dipenuhi.

Sebelum meninggal, bocah itu meninggalkan surat pendek menggunakan bahasa Ngadha, "Kertas tii Mama Reti. Mama Galo zee. Mama molo ja'o. Galo Mata Mao Rita ee Mama", artinya "Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama".

"Surat itu sesungguhnya bukan hanya untuk Mama Reti, surat itu untuk semua ibu, surat untuk Ibu Pertiwi. Tanah Air yang kaya, tapi telah membuat anaknya harus bunuh diri karena kehilangan harapan akan masa depan," kata Mira.

Mira menilai pemberantasan kemiskinan masih sebatas retorika politik. Dengan begitu, ia mendesak perbaikan data agar bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi menyentuh seluruh rakyat tanpa terkecuali.

"Jenjang SD harusnya sudah gratis, namun gratisnya baru pada iuran pendidikan, belum pada fasilitas kebutuhan anak didik berupa buku, alat tulis, maupun seragam," kata Mira.

Ia menuntut agar pendidikan gratis bagi warga miskin mencakup seluruh kebutuhan hingga ke tingkat perguruan tinggi demi memutus rantai kemiskinan.

Kemudian, kemiskinan ekstrem disebut sebagai pemicu toxic stress dan keputusasaan yang fatal. Mira meminta pemerintah menangani kesehatan mental secara struktural dan menggratiskan akses kesehatan bagi keluarga miskin.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya