Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)

Politik

Fahira Idris:

RPIP DKI Tak Boleh Sekadar Dokumen Perencanaan

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 10:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta Tahun 2026-2046 diharapkan menjadi fondasi strategis untuk mengarahkan transformasi industri Jakarta dalam 20 tahun ke depan menuju kota global yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, penyusunan RPIP merupakan langkah penting dan tepat waktu, mengingat Jakarta tengah berada pada fase transisi besar pascapemindahan ibu kota negara. 

Jakarta, kata dia, dituntut memiliki arah industrialisasi yang jelas agar tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mampu bersaing dengan kota-kota global di kawasan.


“RPIP ini tidak boleh sekadar menjadi dokumen perencanaan," kata Fahira melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.

Menurutnya, RPIP harus menjadi peta jalan transformasi industri Jakarta yang menjawab tantangan nyata kota global, mulai dari keterbatasan lahan, tekanan lingkungan, hingga kebutuhan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Senator Jakarta ini menilai, arah kebijakan RPIP yang memprioritaskan industri berteknologi tinggi, industri hijau, industri halal, ekonomi kreatif dan digital, serta jasa industri sudah sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota jasa dan pusat inovasi. 

Pendekatan industri yang hemat lahan, hemat energi, dan rendah polusi dinilai relevan untuk menjaga daya saing Jakarta tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kehidupan warga.

Namun demikian, Fahira mengingatkan bahwa tantangan utama pembangunan industri Jakarta bukan hanya soal memilih sektor unggulan, melainkan memastikan bahwa transformasi industri tersebut tidak bersifat eksklusif. 

Selama ini, pertumbuhan ekonomi perkotaan kerap belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh warga, khususnya pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Dalam konteks ini, Fahira Idris menekankan pentingnya menjadikan IKM dan warga Jakarta sebagai subjek utama penggerak industri. Ia mengapresiasi penegasan dalam RPIP yang menempatkan IKM sebagai pilar dan penggerak utama transformasi ekonomi Jakarta.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya