Berita

Kolase AKP Usep Aramsyah dan cacahan uang yang ditemukan di pembuangan sampah ilegal di Bekasi. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Presisi

Polisi Selidiki 21 Karung Cacahan Uang di Lahan Sampah Ilegal Bekasi

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Polsek Setu mendalami temuan cacahan uang kertas di lahan yang diduga menjadi lokasi pembuangan sampah ilegal di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Puluhan karung berisi cacahan uang diamankan dari lokasi kejadian. 

"Memang betul ada cacahan uang kertas yang berwarna merah diduga uang pecahan 100 ribu, kemudian ada juga yang warna biru mungkin 50 ribu. Saat ini yang kita amankan dari lokasi kejadian yang masih utuh ada 21 karung," kata Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta nasional tadi malam, Rabu, 5 Februari 2026.

AKP Asep menjelaskan uang secara fisik sepintas bisa dikategorikan uang asli. Jumlah cacahan uang yang ditemukan di lahan pembuangan sampah di samping TPA Bantar Gebang ini diperkirakan lebih banyak karena sebagian telah tertimbun sampah lainnya.


Berdasarkan keterangan pemilik lahan, aktivitas pembuangan sampah telah berlangsung enam bulan terakhir dengan frekuensi dua hingga tiga kali pengiriman per pekan menggunakan truk. Pemilik lahan berniat mengurug bekas galian, sehingga menerima sampah apapun untuk dibuang ke sana.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan warga sekitar yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi langsung turun ke lokasi dan memeriksa pemilik lahan berinisial S, sopir pengangkut berinisial K, serta pihak yang memerintahkan pembuangan berinisial F.

"Saat ini juga kami sudah berkoordinasi dengan unit 6 Intel Polda yaitu perbankan yang akan menyambungkan ke pihak BI yaitu Departemen Pengelolaan Uang. Namun saat ini kami belum mendapat hasil," ujar AKP Asep.

"Kami sudah kemarin bergabung juga dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan izin TPA, karena disinyalir ini adalah TPA ilegal sehingga dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten sudah turun," tukasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya