Berita

Ketua Umum Pemuda Katolik Nusa Tenggara Timur, Yuven Tukung. (Foto: Dokumentasi Pemuda Katolik)

Politik

Tragedi Siswa SD Bunuh Diri Tamparan Keras Seluruh Pemangku Kebijakan

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 23:11 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yuven Tukung mendesak pemerintah pusat hingga daerah untuk turun tangan langsung menyikapi kabar duka siswa Kelas IV Sekolah Dasar (SD) yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pulpen.

Sebab menurut dia, peristiwa itu jadi tamparan keras bagi seluruh pemangku kebijakan, khususnya pemerintah daerah.

“Pemuda Katolik ikut berduka cita dan ikut merasakan apa yang dialami oleh keluarga dari anak adik kita tercinta ini,” ucap Yuven dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.


Ia menegaskan, peristiwa ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih fokus pada persoalan-persoalan mendasar bagi masyarakat. 

Terutama, kata Yuven, kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan dan kesejahteraan anak, dibandingkan sibuk dengan agenda politik elektoral

“Kami mengajak pemerintah pusat, dari presiden, gubernur, bupati sebagai penanggung jawab daerah untuk berhenti dulu mengurus politik konsolidasi elektoral, baik isu pilkada maupun isu 2029. Ada banyak persoalan mendasar yang seharusnya diselesaikan,” tegasnya.

Yuven pun menduga bahwa banyak persoalan serupa yang belum terlihat, seperti anak-anak yang putus sekolah akibat ketidakmampuan membayar biaya pendidikan, transportasi, maupun kebutuhan dasar dalam proses belajar.

“Menurut saya ini tamparan untuk seluruh kepala daerah, Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, kemudian dinas-dinas terkait. Kejadian seperti ini memungkinkan pemerintah untuk mengecek seluruh sekolah san memastikan seluruh kebutuhan siswa-siswi terpenuhi,” ujar Yuven

Bahkan, ia khawatir kelompok miskin ekstrem dan masyarakat terpinggirkan tidak terdata dengan baik.

“Jangan-jangan ada instrumen pemerintah level bawah, baik desa, tingkat kecamatan, kelurahan ini tidak kerja secara berkolaborasi. Lantas ada kaum termarjinalkan sehingga tidak terlihat dengan kacamata jernih pemerintah,” tuturnya

Ia juga mengkritisi penyaluran bantuan sosial dan beasiswa pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), yang dinilai belum tepat sasaran. Yuven berharap bantuan-bantuan penting dari pemerintah dapat segera dirasakan oleh tangan-tangan yang tepat. 

“Jadi itu yang kita maksudkan, jangan sampai di tengah banyaknya program bantuan sosial, beasiswa, dan dana pendidikan, justru mereka yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi syarat tidak mendapatkan bantuan,” jelas dia.

“Namun di saat yang bersamaan, ada orang yang berkecukupan tapi justru dia mendapatkan akses bantuan dari pemerintah entah itu bantuan beasiswa, bantuan dana sosial, dan lain sebagainya. Ini yang memang miris menurut saya,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, meninggalnya seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gantung diri menyita perhatian publik.

YS juga sempat menulis surat kepada ibunya sebelum gantung diri. Isi suratnya terkait permintaan untuk membeli buku tulis yang tidak bisa dipenuhi lantaran kondisi ekonomi.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya