Berita

Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan mantan Menlu Alwi Shihab di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Keterlibatan Indonesia bersama tujuh negara Muslim dalam Board of Peace dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan arah kebijakan penyelesaian konflik Palestina, khususnya di Gaza. 

Pandangan tersebut disampaikan Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut Hassan, kehadiran delapan negara Islam dalam Board of Peace memiliki arti strategis untuk menjaga keseimbangan dalam proses pengambilan keputusan, terutama di tengah kekhawatiran akan dominasi Presiden AS, Donald Trump. 


"Memang ada kekhawatiran bahwa Trump akan memainkan peran luar biasa, tidak dapat dikontrol, tapi setidaknya delapan negara ini bisa menyeimbangkan proses di dalam Board of Peace,” jelasnya. 

Sementara itu, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai Presiden Prabowo bersikap realistis dalam memutuskan keanggotan RI di Board of Peace. 

Dikatakan bahwa Presiden yakin Indonesia mampu menjaga keseimbangan dalam peran di Board of Peace melalui kekompakan dengan negara-negara Islam lainnya. 

“Dengan kata lain, kalau leverage Indonesia tidak begitu besar, misalnya, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Jordan, dan lain sebagainya. Jadi Beliau cukup realistis ada risikonya," paparnya.

Dino juga mengapresiasi sikap kehati-hatian diplomasi Prabowo, termasuk membuka peluang untuk mengevaluasi partisipasi Indonesia di Board of Peace jika dinilai bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional. 

"Kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita. Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya