Berita

(Tengah) Mantan Menlu Hasan Wirajuda (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 20:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026 berlangsung selama tiga jam. 

Menurut mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, forum diskusi tersebut memberikan banyak penjelasan komprehensif mengenai arah kebijakan luar negeri pemerintah yang selama ini belum sepenuhnya diketahui publik. 

Hassan menjelaskan bahwa dinamika diplomasi internasional kerap bersifat tertutup sehingga informasi yang beredar di ruang publik tidak selalu menggambarkan situasi sebenarnya. 


Karena itu, Hassan memandang pertemuan langsung dengan Presiden pada sore hari tersebut sebagai momentum penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan komprehensif, khususnya terkait pembentukan dan peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

"Karena itu satu kesempatan berharga bahwa sore ini kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui. Utamanya yang terkait dengan pembentukan Board of Peace dalam kerangka menyelesaikan permasalahan Palestina di Gaza khususnya," ungkap Hassan usai pertemuan. 

Dikatakan Hassan, pada kesempatan itu Presiden menjelaskan bahwa keputusan Indonesia bergabung dalam BoP tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui proses konsultasi intensif dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. 

“Pertama di New York di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada akhir tahun lalu, dan juga ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung, kita juga melalui proses konsultasi yang erat dengan tujuh negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam,” paparnya.

Menurut Hassan, keterlibatan delapan negara Islam dalam badan tersebut memiliki arti strategis sebagai kekuatan penyeimbang dalam pengambilan keputusan. Terlebih ada kekhawatiran bahwa Presiden AS, Donald Trump akan memainkan peran yang tidak terkendali. 

“Mengapa ini dianggap penting, dan saya juga ikut menganggap penting, karena delapan negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh badan ini," tegasnya.

Terkait perdebatan publik mengenai iuran keanggotaan Board of Peace (BoP), Hassan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai waktu maupun skema kontribusi yang akan diberikan Indonesia. 

Namun, menurut penjelasan Presiden, apabila nantinya terdapat kontribusi, maka sumbangan tersebut diarahkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat Palestina di Gaza sebagai bentuk nyata komitmen kemanusiaan Indonesia.

"Karena dengan sumbangan itu juga wujud nyata dari kepedulian kita terhadap penderitaan rakyat Palestina,” pungkasnya. 


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya