Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya. (Foto: F-Nasdem)

Politik

Pemeriksaan Oknum BUMN untuk Efek Jera atas Pengelolaan Ugal-ugalan

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 16:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha Badan Usama Milik Negara (BUMN), dinilai Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya sebagai refleksi kegusaran yang tampaknya terus-menerus menjadi beban pikirannya. 

Presiden RI Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul mengingatkan kepada para mantan bos di perusahaan BUMN untuk bertanggung jawab atas kerugian negara yang mereka timbulkan. Prabowo meminta mereka untuk siap-siap jika dipanggil Kejaksaan Agung (Kejaksaan). 

"Apalagi setelah Danantara dibentuk, yang salah satu peran Danantara khususnya di DAM (Danantara Asset Manajemen) terkait dengan pemberesan dan perbaikan tata kelola BUMN. Pak Presiden pasti dapat laporan tentang bagaimana carut-marutnya pengelolaan BUMN selama ini yang akhirnya melegitimasi asumsinya," ungkap Asep dalam keterangannya, Rabu, 4 Februari 2026.


Asep menegaskan, inefisiensi BUMN termasuk pemborosan, kesembronoan dalam pengelolaan, pada pokoknya akibat kebrobrokan di lingkungan BUMN. Secara faktual Danantara menemukan kehilangan potensi kekayaan negara hingga Rp50 triliun per tahun. 

"Itu di luar beban utang-utang usaha yang jumlahnya ratusan triliun yang ditimbulkan akibat ugal-ugalan dalam pengelolaan bisnisnya. Luar biasa kan?" terang Asep.

Legislator NasDem itu juga menyatakan, BUMN yang mestinya dikelola dengan layak dan menjadi sumber pendapatan negara malah dimakan habis dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum pengurusnya dengan cara terus menerus mendirikan 1000an anak cucu hingga cicit perusahaan. 

"Perilaku ini yang akhirnya menggeser keberadaan BUMN itu seperti menjadi Badan Usaha Milik Nenek Moyang mereka sendiri," tukas Asep. 

Dia menambahkan, kalau para eksekutif di Danantara (DAM) sekarang saja geleng-geleng kepala dan tepuk jidat karena tak habis pikir dengan tingkah polahnya para pengurus BUMN itu, apalagi Presiden kan? 

Sehingga sangat wajar kalau Presiden Prabowo amat kesal dan geram saat mendapatkan laporannya lalu 'mengancam' jika Kejagung akan memeriksa oknum-oknumnya. 

"Secara pribadi, saya sendiri mendukung sepenuhnya keinginan Presiden jika memerintahkan Kejagung untuk memeriksa para oknum di BUMN itu. Bagus untuk membuat efek jera agar pengurus BUMN sekarang tidak lagi sembrono dan ugal-ugalan dalam mengelola badan usaha negara ini," jelas Asep.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya