Berita

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Foto: Istimewa)

Presisi

Di Paluta, Suami Bakar Istri Gegara Ditolak Rujuk

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus memilukan dalam rumah tangga terjadi di di Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara. Gara-gara ditolak rujuk, perempuan berinisial NS (53) dibakar sang suami, HY alias SG (55).

Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Minggu dini hari, 1 Februari 2026 sekitar pukul 01.30 WIB. 

Polisi menyebut, tindakan pelaku bukan perbuatan spontan, melainkan sudah dipersiapkan sebelumnya.


Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor D Sitorus menjelaskan, pada Sabtu malam, 31 Januari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, HY membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Gunungtua.

“BBM tersebut dimasukkan ke dalam botol air mineral dan dibawa pulang ke rumah,” kata Iptu Bontor, Selasa 3 Februari 2026.

Pada dini hari, pelaku mengajak korban berbicara soal rumah tangga mereka yang sudah tidak harmonis hampir satu tahun terakhir. Dalam pembicaraan itu, korban tetap bersikeras meminta cerai dan menolak rujuk.

“Tersangka tersulut emosi karena korban tidak mau kembali hidup bersama. Selain itu, tersangka juga mencurigai korban memiliki hubungan dengan pria lain,” Kata Iptu Bontor.

Emosi yang memuncak membuat pelaku gelap mata. Ia sempat berteriak mengajak mati bersama sebelum menyiramkan Pertamax ke tangannya, lalu mengguyurkan sisa BBM ke tubuh korban. Api kemudian disulut menggunakan mancis hingga membakar tubuh NS.

Meski dalam kondisi terbakar dan kesakitan, korban masih mampu berlari ke kamar mandi untuk menyiram tubuhnya dengan air. Setelah api padam, korban meminta pertolongan warga dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengamankan HY di dalam rumah. Dari TKP, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya botol air mineral bekas Pertamax, kaos milik tersangka, serta pakaian korban berupa daster merah bermotif bunga dan bra hitam yang hangus terbakar.

Kini HY ditahan di sel Polres Tapanuli Selatan. Ia dijerat Pasal 44 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegas Iptu Bontor dikutip dari RMOLSumut.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya