Berita

Kelapa sawit dan kopi Lampung. (Foto: ANTARA)

Nusantara

Hilirisasi Sawit dan Kopi Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lampung

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 06:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Nilai ekspor Provinsi Lampung yang menembus Rp111 triliun sepanjang 2025 harus diikuti dengan penguatan industri hilir di dalam daerah. 

Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi disebut sebagai kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menanggapi capaian ekspor Lampung yang mencapai 6,64 miliar Dolar AS atau setara Rp111,3 triliun pada 2025.


Ahmad Basuki menegaskan, kekayaan alam Lampung tidak boleh terus diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah.

“Kami menyambut baik capaian ekspor Lampung yang mencapai Rp111 triliun di 2025. Namun ke depan, hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi harus menjadi kata kunci agar nilai tambahnya benar-benar dirasakan masyarakat Lampung,” ujar Abas akrab disapa, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut politisi PKB ini, penguatan industri pengolahan di dalam daerah akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar, mulai dari peningkatan pendapatan hingga terbukanya lapangan kerja baru.

“Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Abas menegaskan, DPRD Lampung melalui Komisi II akan terus mengawal kebijakan yang mendorong pengembangan industri pengolahan, termasuk peningkatan kualitas, standar, dan sertifikasi produk agar mampu bersaing di pasar internasional dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit, kopi, dan komoditas unggulan Lampung lainnya. Produk kita harus naik kelas,” imbuh dia.

Selain itu, Abas juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur untuk menunjang visi Lampung sebagai pusat industri pengolahan nasional. Ia mendorong pemerintah daerah memastikan konektivitas logistik dari sentra produksi hingga pelabuhan berjalan optimal.

“Kami mendorong peningkatan infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, dan energi agar pengembangan industri pengolahan kelapa sawit dan kopi tidak terhambat,” ucapnya.

Dengan langkah tersebut, Lampung diyakini berpeluang besar menjadi salah satu pusat industri pengolahan kelapa sawit dan kopi di Indonesia. Abas juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga akademisi, untuk bersinergi membangun sektor hilir pertanian.

“Kunci dari semua ini tetap kesejahteraan petani. Mayoritas penduduk Lampung menggantungkan hidup di sektor pertanian, jumlahnya lebih dari satu juta orang. Jika petani sejahtera, insyaallah ekonomi Lampung ikut terangkat,” pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya