Berita

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Mentan Pastikan Produksi Pangan 2026 Aman Meski Cuaca Ekstrem

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 22:57 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Produksi pangan nasional tahun 2026 diyakini akan sesuai target dan tidak akan terpengaruh cuaca ekstrem.

Hal ini ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seiring stok pangan yang melimpah yang didukung pengawasan ketat terhadap harga komoditas strategis.

Amran menegaskan, stok pangan nasional berada pada level historis tertinggi, sehingga tidak ada alasan bagi pelaku usaha menaikkan harga di atas ketentuan. 


"Stok sekarang ini itu 3,3 juta ton per Januari 2026," kata Amran usai rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Dengan kondisi tersebut, Amran menekankan harga komoditas strategis wajib mengikuti harga eceran tertinggi (KET). Jika tidak, maka pemerintah akan bertindak tegas.

Ketegasan ini juga sudah dilakukan saat kasus kenaikan harga pangan di wilayah Banten yang langsung ditindak. 

"Ada yang mencoba menaikkan (harga), hari itu juga langsung turun (lagi harganya). Karena kalau tidak, aku cabut izinnya,” kata Amran.

Untuk menjaga stabilitas, Kementerian Pertanian membentuk satuan tugas pangan yang disebar di seluruh daerah. 

"Kami membuat satgas. Memasang satgas di seluruh provinsi 38 Indonesia. Kalau ada yang menaikkan harga, kita cek. Kita cari produsennya," ujarnya.

Amran pun meyakini produksi pangan tidak akan terhambat oleh cuaca ekstrem. "Insyaallah tidak berpengaruh," pungkas Amran.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya