Berita

Ilustrasi

Politik

Pengamat Minta Danantara Cermat Pilih Pimpinan Merger 3 Anak Usaha Pertamina

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 20:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Pertamina (Persero) mengumumkan bakal merger tiga anak usaha yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Setelah merger, nama subholding akan menjadi subholding downstream (hilir), menggabungkan tiga subholding Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, menyampaikan proses merger ketiga anak usaha Pertamina masih berlangsung, dan kini seluruh syarat pendahuluan (condition precedent) sudah siap.
 

 
Ia juga memaparkan perseroan mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia untuk melakukan integrasi di bisnis hilir, yang terdiri dari sektor commercial and trading, refinery dan kilang, serta logistik.

“Nanti akan kami umumkan, tetapi kami sudah siap semua condition precedent-nya. Namanya nanti Subholding Downstream,” kata Agung 26 Januari lalu

Agung memaparkan, proses streamlining atau strategi menyederhanakan operasional bisnis ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi kompleksitas operasional.

Selain itu, strategi ini juga diharapkan dapat menambah daya saing perusahaan, dan lebih efisien dalam pengambilan keputusan.

Mars Ega Legowo Putra dikabarkan bakal menakhodai SHD sebagai Direktur Utama. Sosok yang selama ini lekat dengan penguatan bisnis hilir Pertamina.

Terkait rencana itu, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman meminta Danantara untuk berhati-hati dalam memilih pucuk pimpinan anak perusahaan Holding PT Pertamina.

Kata Yusri, Danantara harus cermat dalam melihat rekam jejak figur akan mengisi pos pimpinan pada subholding hasil merger tersebut nantinya.

"Danantara perlu hati-hati dalam menetapkan pucuk pimpinan sebagai Dirut Merger Downstream, lantaran kapitalisasi 3 subholding cukup besar" kata Yusri kepada wartawan di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Sebelumnya, Pertamina memiliki enam subholding yang terdiri atas Subholding Upstream (hulu), Refining & Petrochemical (kilang dan petrokimia), Commercial and Trading (pemasaran, distribusi, perdagangan), Gas, Integrated Marine Logistics (pengapalan, logistik, dan layanan maritim), serta Power & New Renewable Energy (PNRE/energi terbarukan).

Dengan penyatuan tiga subholding, maka nanti Pertamina akan memiliki empat subholding, yakni Subholding Upstream (hulu), Subholding Downstream (hilir), Gas, dan PNRE.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya