Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Istana: Beda Sikap soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 16:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai perbedaan pandangan yang berkembang di kalangan tokoh dan organisasi Islam terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) lebih disebabkan oleh informasi yang belum tersampaikan secara utuh.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026, menjelang pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh Islam dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.

Menurut Prasetyo, dinamika yang muncul tidak dapat disebut sebagai bentuk resistensi terhadap kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam proses komunikasi kebijakan publik.


“Bukan resistensi ya. Mungkin masih ada kebedaan pandangan yang mungkin itu karena belum tersampaikan secara utuh apa yang melandasi keputusan dari Bapak Presiden, keputusan pemerintah,” ujar Prasetyo.

Ia menjelaskan, dalam keputusan pemerintah terkait Board of Peace terdapat sejumlah poin dan pengaturan penting yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh semua pihak. 

“Termasuk di situ kan ada poin-poin apa namanya yang diatur di dalam Board of Peace, yang itu juga menjadi bahan-bahan yang barangkali ini belum tersampaikan secara utuh,” jelasnya.

Karena itu, Prasetyo memandang pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh-tokoh Islam di Istana sebagai forum strategis untuk menjelaskan langsung dasar pemikiran dan arah kebijakan pemerintah.

“Saya rasa forum siang hari ini juga bagian dari memungkinkan untuk Bapak Presiden bisa jadi akan menyampaikan poin-poin tersebut, dengan harapan ini semua bisa diterima dan dimengerti oleh semua pihak,” tegasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya