Berita

Menteri Agama Nazaruddin Umar (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 15:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Agama menilai langkah Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan Board of Peace merupakan kebijakan strategis yang sarat visi jangka panjang. 

Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mampu membaca arah zaman sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam dinamika global.

"Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya. Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu ya,” ungkapnya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.


Lebih jauh, Menag menilai kebijakan Prabowo melalui Board of Peace memiliki kemiripan historis dengan Perjanjian Hudaibiyah yang ditempuh Rasulullah SAW.

Perjanjian Hudaibiyah adalah kesepakatan damai antara Rasulullah SAW dan kaum Quraisy Makkah pada tahun 6 Hijriah yang ditempuh melalui jalur diplomasi saat umat Islam tertahan di Hudaibiyah ketika hendak umrah. 

Perjanjian itu sempat diragukan sebagian sahabat karena sejumlah ketentuannya dinilai merugikan, seperti kewajiban kembali ke Madinah tanpa umrah dan pengembalian warga Makkah yang masuk Islam, namun pada akhirnya justru terbukti membawa maslahat besar, membuka ruang dakwah yang lebih luas, serta memperkuat posisi Islam secara strategis.

"Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, itu sebetulnya mengingatkan kita kepada dulu ada Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah. Banyak sekali sahabat yang salah paham tapi setelah melihat hasilnya, Alhamdulillah ini yang terbaik ternyata untuk dunia Islam pada waktu itu ya,” tuturnya.

Ia berharap, melalui doa para ulama dan dukungan masyarakat, kepemimpinan Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik untuk bangsa kita karena posisi Indonesia itu kan sekarang ini sangat sangat sangat penting,” pungkas Menag.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya