Berita

Presiden Prabowo Subianto di Rakornas 2026 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Tantangan Prabowo Adu Gagasan di 2029 Dinilai Relevan

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto menyesalkan masih adanya pihak-pihak yang terus berupaya menjelekkan bangsa hanya karena perbedaan sikap terhadap individu tertentu. 

Prabowo menegaskan, ketidaksukaan terhadap dua atau tiga orang tidak seharusnya dijadikan alasan untuk merusak nama baik bangsa secara keseluruhan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.


Prabowo menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal wajar dalam demokrasi. Dia pun menantang siapa saja yang tidak suka dengan dirinya, lebih baik bertarung gagasan di Pilpres 2029.

Pernyataan tersebut mendapat sorotan dari pengamat politik Adi Prayitno. Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo menjadi isu menarik.

“Menurut saya ini menjadi satu isu yang menarik untuk diperbincangkan karena yang bicara adalah presiden RI," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 3 Februari 2026.

Adi menilai, pernyataan Prabowo relevan dalam konteks demokrasi elektoral karena membuka ruang adu gagasan secara terbuka kepada publik.

“Bagi saya menjadi relevan dan penting pernyataan Prabowo ini adalah dalam konteks untuk menguji sebenarnya gagasan siapa, ide dan narasi siapa yang paling layak untuk dipilih oleh rakyat,” ujarnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu pun menegaskan bahwa dalam kontestasi politik, pemenang sejatinya adalah mereka yang mampu meyakinkan publik melalui gagasan dan narasi yang kuat.

Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah tidak pernah terlepas dari visi, misi, serta narasi yang dibangun sejak masa pencalonan dalam sebuah kompetisi politik seperti Pilpres.

“Oleh karena itu cukup menarik ketika Prabowo menyampaikan ini secara terbuka. Jadi siapapun yang punya gagasan yang mengklaim jauh lebih baik, lebih super dan hebat dibandingkan dengan gagasan pemerintah hari ini, dengan kebijakan pemerintah hari ini, sangat hebat dan mantap kalau kemudian gagasannya itu diujimaterikan. Apakah gagasan itu laku bagi pemilih di Indonesia?” katanya.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya