Berita

Satgaswil Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Jawa Tengah menggelar Seminar dan Peningkatan Kemampuan Menuju Ponpes Darusy Syahadah Berkelanjutan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 2 Februari 2026 (Foto: Dokumentasi Densus 88)

Presisi

Densus 88 Bekali Santri di Boyolali dengan Kemandirian Ekonomi

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Para santri dan asatidz perlu memiliki kemandirian ekonomi yang bisa diterapkan di lingkungan pesantren. 

Prinsip inilah yang menjadi dasar kegiatan Seminar dan Peningkatan Kemampuan Menuju Ponpes Darusy Syahadah Berkelanjutan yang digelar Satgaswil Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Jawa Tengah. 

Acara berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, pada Senin, 2 Februari 2026.


“Tujuannya membekali santri maupun pesantren dengan kemandirian. Jadi, bekal mereka kelak di masyarakat bukan hanya ilmu agama, tetapi juga keahlian nyata yang dapat dimanfaatkan untuk bertahan hidup,” kata Kasatgaswil Jawa Tengah Densus 88 Polri, Kombes Choirul Anam, dalam keterangan resmi.

Dalam kegiatan tersebut, Choirul Anam juga menampilkan pelatihan keterampilan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang pasar saat ini. Materi yang diberikan mencakup penanaman dan pengolahan kopi, teknik barista, pelatihan pangkas rambut kekinian (barbershop), hingga manajemen modern peternakan kambing perah.

Program ini merupakan bagian dari pendekatan lunak (soft approach) yang dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus diarahkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang tangguh dan resisten terhadap paparan paham intoleransi serta radikalisme.

“Ponpes Darusy Syahadah kami jadikan pilot project percontohan. Pesantren ini diharapkan bisa mandiri secara ekonomi sekaligus menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan di Jawa Tengah,” ujar Choirul.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Pimpinan Ponpes Darusy Syahadah, Ustadz Qosdi Ridwanullah, yang menilai program sangat relevan dengan kebutuhan pesantren.

“Respons kami sangat positif. Bukan hanya pimpinan, para guru dan santri juga antusias. Bahkan guru yang sebelumnya belum memahami teknis pertanian kini terdorong untuk langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh,” ungkap Qosdi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya