Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube PSI)

Politik

Mati-matian Demi PSI, Jokowi Ingin Kaesang Mapan dan Gibran jadi Presiden

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal kerja mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak lain hanya untuk memuluskan langkah politik kedua anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Demikian analisa Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga saat berbincang dengan RMOL, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurut Jamiluddin, Jokowi setidaknya memiliki dua agenda terselubung dengan menjadikan PSI sebagai kendaraan politiknya. 


Dalam hal ini, ingin memudahkan mengantarkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi Presiden pada Pilpres 2034. Kemudian, ingin memapankan karier politik Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. 

“Jadi, motivasi Jokowi akan bekerja mati-matian untuk PSI kiranya bermakna ganda. Hal ini kiranya sejalan dengan teori dramaturgi,” ujarnya.

Pada panggung depan, kata Jamiluddin, kerja mati-matian Jokowi seolah seolah untuk mendongkrak PSI menjadi partai besar dan diperhitungkan. Hal ini tentu membuat kader PSI yang hadir di Rakernas 1 menyambutnya dengan hiruk pikuk.

Namun pada panggung belakang, Jokowi bisa saja ingin membesarkan PSI hanya target awal.

“Target sesungguhnya untuk memapankan Kaesang di PSI dan memastikan Gibran tetap menjadi wapres pada 2029 serta mengantarkan Gibran menjadi presiden pada 2034,” kata Jamiluddin. 

Atas dasar itu, Jamiluddin berpandangan bahwa motivasi Jokowi membesarkan PSI hanya dijadikan kendaraan politik saja. 

“Janji kerja mati-matian Jokowi untuk membesarkan PSI bisa jadi hanya untuk memperkuat posisi kedua anaknya. Bila hal ini terwujud, maka dinasti politik Jokowi akan semakin kuat dan bersinar,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya