Berita

Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Meski IHSG Anjlok, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok dalam beberapa hari terakhir merupakan koreksi jangka pendek berbasis sentimen negatif terhadap pengumuman MSCI.

Sehingga, penurunan IHSG tersebut bukan cerminan lemahnya fundamental ekonomi nasional. 

Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, menilai tekanan pasar dipicu oleh respons investor terhadap pengumuman MSCI terkait transparansi data kepemilikan dan free float saham Indonesia. 


Menurutnya, kebijakan MSCI berupa pembekuan sementara penyesuaian indeks dan penundaan rebalancing bersifat interim serta membuka ruang perbaikan tata kelola pasar.

"Isu ini kerap ditafsirkan berlebihan sebagai ancaman sistemik, padahal sifatnya teknis dan administratif. MSCI tidak menjatuhkan vonis, melainkan memberikan peringatan untuk pembenahan," ujar Marwan kepada wartawan, Selasa, 3 Februari 2026.

Legislator Demokrat ini menilai indikator makroekonomi Indonesia masih relatif solid. Pertumbuhan ekonomi bertahan di kisaran 5 persen, inflasi terjaga, defisit transaksi berjalan terkendali, cadangan devisa memadai, serta rasio utang terhadap PDB tetap rendah.

“Tidak ada guncangan fundamental yang cukup kuat untuk menjelaskan koreksi IHSG sedalam ini. Karena itu, situasi saat ini harus dibaca sebagai ujian ketahanan pasar, bukan sinyal rapuhnya perekonomian," kata dia.

Marwan mengapresiasi langkah OJK dan BEI yang berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi MSCI, terutama dalam peningkatan transparansi dan penguatan tata kelola. Ia juga mengimbau investor untuk menjaga perspektif jangka menengah dan panjang.

“Pasar tidak membutuhkan kepanikan, melainkan keyakinan yang rasional. Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan komitmen reformasi berkelanjutan, pasar modal Indonesia akan semakin matang dan kredibel,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya