Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Menguat, Euro dan Rupiah Tertekan

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Dolar AS di pasar uang New York menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada penutupan perdagangan Senin 2 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa pagi 3 Februari 2026 WIB. 

Penguatan ini ditopang aksi jual di pasar logam mulia serta berlanjutnya spekulasi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sentimen penguatan dolar juga dipicu pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, yang dipersepsikan pasar berpotensi membawa kebijakan moneter lebih ketat.

Penguatan greenback turut diperkuat data manufaktur Amerika Serikat yang kembali masuk ke fase ekspansi, memberikan sinyal ketahanan ekonomi. Di sisi lain, pasar relatif mengabaikan penundaan rilis laporan ketenagakerjaan AS untuk Januari yang semula dijadwalkan pada Jumat pekan ini.


Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik dan berada di kisaran 97,64, mencerminkan penguatan terhadap sekeranjang mata uang utama.

Terhadap Euro, Dolar AS bergerak stabil dengan kecenderungan menguat. Euro diperdagangkan di kisaran 1,1797 per Dolar AS. 

Dolar juga menguat tipis terhadap Yen Jepang dan diperdagangkan di area 155,52 per Dolar AS pada Senin sekitar pukul 18.22 waktu setempat, meski pasar masih mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang di tengah tekanan sentimen politik domestik.

Poundsterling melemah tipis, dengan nilai tukar berada di sekitar 1,3669 per Dolar AS pada waktu yang sama. Sementara itu, mata uang negara berkembang dan komoditas juga berada di bawah tekanan Dolar.

Di Asia, nilai tukar Rupiah melemah, dengan Dolar AS berada di kisaran Rp16.798 pada perdagangan Selasa dini hari sekitar pukul 02.59 WIB. 

Yuan China juga bergerak melemah, dengan dolar berada di level sekitar 6,9453 per Yuan pada perdagangan Senin siang waktu setempat.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar valuta asing mencerminkan dominasi Dolar AS di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat serta meningkatnya ketidakpastian global.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya