Berita

Indra Charismiadji bersama Ahmad Rizali podcast Ngopi Seksi (Ngobrol Pintar Seputar Kebijakan Edukasi). (Tangkapan layar RMOL)

Bisnis

Menuju Indonesia Emas 2045: Pendidikan adalah Mesin Utama Ekonomi

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dalam edisi terbaru podcast Ngopi Seksi (Ngobrol Pintar Seputar Kebijakan Edukasi), pemerhati kebijakan publik Indra Charismiadji bersama Ahmad Rizali dari NU Circle membedah urgensi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, dengan fokus Utama; mampukah pendidikan kita mengawal target Indonesia menjadi negara maju?

Ahmad Rizali menjelaskan bahwa RPJPN bukan sekadar dokumen teknokratis, melainkan "kompas" negara yang memiliki dasar hukum kuat setingkat Undang-Undang. 

"RPJPN ini memiliki dasar hukum yang sangat kuat karena berbentuk undang-undang, posisinya tepat di bawah konstitusi. Secara substansi, ini mirip dengan Repelita pada masa Orde Baru. Bedanya, dulu berbentuk TAP MPR, sekarang undang-undang, tetapi bobot strategisnya sama," jelas Ahmad Rizali dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.


Dalam RPJPN terdapat tujuan besar Indonesia. Salah satunya adalah target agar pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju. Status negara maju tentu memiliki indikator yang diakui secara global.

Salah satu indikator utama adalah Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Negara maju umumnya memiliki PDB per kapita di kisaran 25.000 hingga 30.000 Dolar AS per tahun. 

"Indonesia menargetkan pada tahun 2045 mencapai sekitar 30.200 Dolar AS per kapita. Bayangkan, Mas Indra, dalam waktu 20 tahun kita harus melonjak dari kondisi sekarang menuju angka tersebut," ujarnya. .

Namun, ia memberikan catatan kritis. Untuk mencapai angka tersebut, ekonomi Indonesia harus tumbuh di atas 8 persen per tahun. Faktanya, pertumbuhan ekonomi saat ini bahkan masih sulit menembus angka 5 persen.

Satu hal yang ditekankan dalam diskusi tersebut adalah hubungan antara kualitas manusia dan kesejahteraan ekonomi. 

Mengutip data Bank Dunia (World Bank), terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara kenaikan PDB dengan Human Capital Index (HCI).

"Jika HCI naik, PDB pasti naik. Hubungannya garis lurus," tegas Ahmad Rizali.

Berbeda dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang memotret kondisi saat ini, HCI lebih bersifat proyeksi masa depan. Indikator ini mengukur seberapa produktif seorang bayi yang lahir hari ini ketika ia mencapai usia 18 tahun nanti.

Mengingat sejarah, Indonesia pernah sukses menaikkan kelas dari negara terbelakang menjadi negara berkembang melalui pembangunan SD Inpres secara masif di era Orde Baru. Pola tersebut berhasil meningkatkan IPM secara signifikan.

Kini, tantangannya jauh lebih berat. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan partisipasi sekolah secara kuantitas, tetapi harus fokus pada kualitas hasil pendidikan agar produktivitas manusia Indonesia mampu bersaing secara global. 

Jika kualitas pendidikan stagnan, mimpi Indonesia Emas 2045 terancam hanya menjadi angan-angan di atas kertas.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa membenahi pendidikan bukan sekadar urusan moral, melainkan urusan "perut" bangsa. Tanpa peningkatan HCI yang signifikan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen akan sulit tercapai.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya