Berita

Ilustrasi (RMOL vvia Gemini AI)

Bisnis

Harga Pangan Turun, Indonesia Alami Deflasi di Awal Tahun 2026

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia mengalami deflasi 0,15 persen pada Januari 2026 secara bulanan (month-to-month) maupun tahun kalender. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  deflasi ini ditandai dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan deflasi Januari terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 1,03 persen dengan andil 0,30 persen terhadap deflasi nasional.


"Komoditas yang dominan mendorong deflasi dari kelompok ini adalah cabai merah dengan andil 0,16 persen, cabai rawit 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, serta telur ayam 0,03 persen," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 2 Februari 2026.

Selain pangan, penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara juga turut menyumbang deflasi pada kelompok transportasi. 

Menariknya, sejumlah wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi kini berbalik mengalami deflasi setelah sempat mencatat inflasi di bulan sebelumnya. 

Mengenai fenomena ini, Ateng menjelaskan, "Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut."

Secara keseluruhan, 18 provinsi di Indonesia mengalami deflasi dengan Sumatera Barat sebagai yang terdalam, sementara 20 provinsi lainnya masih mengalami inflasi. 

Meski secara bulanan menurun, inflasi tahunan (year-on-year) Januari 2026 tetap berada di angka 3,55 persen. Kenaikan tahunan ini didorong oleh kelompok perumahan dan perawatan pribadi, di mana Ateng menuturkan bahwa "Komoditas yang menyumbang inflasi antara lain listrik dan emas perhiasan."

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya