Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Emas Dunia Ambles di Tengah Volatilitas Tinggi

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dan perak dunia kembali merosot tajam pada perdagangan Senin 2 Februari 2026 waktu setempat.

Harga tertekan oleh kenaikan persyaratan margin CME Group serta sentimen negatif yang berlanjut setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Chairman Federal Reserve berikutnya.

Emas spot jatuh 4,8 persen ke level 4.630,59 Dolar AS per ons setelah sempat terjun hampir 10 persen di awal sesi, menurut laporan Reuters. 


Sementara itu, emas berjangka AS kontrak April ditutup melemah 1,9 perseb ke 4.652,60 Dolar AS per ons.

Dalam dua hari terakhir, emas telah kehilangan hampir 900 Dolar AS dari rekor tertingginya di 5.594,82 Dolar AS per ons pada 29 Januari, setelah sebelumnya anjlok 9,8 persen pada Jumat lalu. Pelemahan ini menghapus sebagian besar kenaikan harga sepanjang tahun.

"Emas dan perak saat ini seperti naik roller coaster. Ketika sudah mencapai puncak, gaya gravitasi mengambil alih dan harga mulai meluncur turun," ujar analis SP Angel, John Meyer.

Harga perak spot juga tertekan hebat, turun 9,2 persen ke 76,81 Dolar AS per ons, setelah sempat anjlok hingga 15 persen di awal perdagangan. 

Secara keseluruhan, harga perak telah merosot sekitar 37 persen dari rekor tertingginya di 121,64 Dolar AS per ons yang tercapai pekan lalu.

Meski volatilitas tinggi, analis menilai kondisi ini belum mencerminkan pembalikan tren jangka panjang. 

"Kondisinya belum menunjukkan tanda-tanda yang mendukung pembalikan harga emas secara berkelanjutan," kata analis Deutsche Bank, Michael Hsueh. Ia menambahkan minat investor terhadap potensi kenaikan harga masih kuat, sehingga pasar cenderung tetap bergejolak.

Di sisi lain, penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan turut menekan emas, karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Sentimen pasar juga dipengaruhi pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump untuk menggantikan Jerome Powell pada Mei, yang dipandang berpotensi membawa kebijakan penurunan suku bunga disertai pengetatan neraca bank sentral.

Adapun logam mulia lainnya turut melemah, dengan harga platinum spot turun 3,3 persen ke 2.091,38 Dolar AS per ons dan paladium melemah 1,4 persen ke 1.673,70 Dolar AS per ons.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Alpriado Osmond Mangkir, Sidang Mediasi di PN Tangerang Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:17

Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:08

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

Senin, 23 Februari 2026 | 16:02

SBY Beri Wejangan Geopolitik ke Peserta Pendidikan Lemhannas

Senin, 23 Februari 2026 | 15:55

Subsidi untuk Pertamina dan PLN Senilai Rp27 Triliun Segera Cair

Senin, 23 Februari 2026 | 15:53

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42

KPK Buka Peluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi Menag

Senin, 23 Februari 2026 | 15:38

Perjanjian Dagang RI-AS Jangan Korbankan Kedaulatan Data

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Palguna Diadukan ke MKMK, DPR: Semua Pejabat Bisa Diawasi

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Polisi Amankan 28 Orang Lewat Operasi Gakkum di Yahukimo

Senin, 23 Februari 2026 | 15:23

Selengkapnya