Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Ekonom:

Lembaga Keuangan Negara Bukan Ruang Kompromi Politik

SELASA, 03 FEBRUARI 2026 | 02:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ekonom dan akademisi akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Dr. Muhammad Aras Prabowo menyoroti rangkaian peristiwa lanjutan berupa mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai sinyal yang tidak bisa dianggap biasa. 

Menurutnya, pengunduran diri pejabat-pejabat kunci di sektor keuangan menunjukkan adanya tekanan struktural yang serius.
 
“Jika pimpinan BEI dan OJK memilih mundur di tengah turbulensi pasar, ini bukan sekadar urusan personal. Ini adalah alarm bahwa sistem sedang berada dalam tekanan kepercayaan,” ucap Aras dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 2 Februari 2026.
 

 
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa stabilitas rupiah sangat bergantung pada kredibilitas kebijakan moneter dan konsistensi tata kelola. Ketika pasar mulai meragukan independensi BI, maka risiko pelemahan nilai tukar, capital outflow, dan peningkatan biaya pembiayaan negara menjadi nyata.
 
“Rupiah itu mata uang kepercayaan. Begitu trust melemah, intervensi sebesar apa pun hanya akan bersifat sementara,” jelas Aras.
 
Dalam pandangannya, fenomena ini mencerminkan kecenderungan politisasi lembaga profesional yang berbahaya jika dibiarkan. Ia mendorong pemerintah dan DPR untuk lebih berhati-hati dalam mengisi jabatan strategis ekonomi nasional.
 
“Lembaga keuangan negara bukan ruang kompromi politik. Ia adalah benteng stabilitas. Jika benteng ini retak, yang terdampak bukan elite, tetapi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
 
Ia menekankan bahwa pemulihan kepercayaan pasar harus menjadi agenda utama. 

“Transparansi, profesionalisme, dan penghormatan terhadap independensi lembaga dinilai sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi Indonesia ke depan,” pungkas Aras.
 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya