Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Tuntutan MSCI Siap Dilaksanakan OJK Demi Perbaikan Pasar Modal

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tuntutan Morgan Stanley Capital International (MSCI) agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyempurnakan aturan free float hingga transparansi informasi mendapat perhatian khusus dari pimpinan baru. 

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pihaknya telah memahami berbagai tuntutan MSCI. 

“Semua yang mereka (MSCI) minta sudah kami sampaikan dalam bentuk proposal. Namun yang terpenting bukan hanya proposal, melainkan realisasi dari action plan kami,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 2 Februari 2026.


Lanjut dia, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) juga mempercepat pelaksanaan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan transparansi pasar.
 
Salah satunya melalui keterbukaan informasi pemegang saham. Jika sebelumnya data kepemilikan hanya dibuka untuk pemegang saham di atas 5 persen, ke depan keterbukaan tersebut akan diperluas hingga kepemilikan 1 persen.

“Sekarang kami buka sampai 1 persen. Ini sudah bisa direalisasikan mulai Februari,” tegas Friderica.

Selain itu, OJK juga menargetkan penyempurnaan aturan free float dapat diselesaikan paling lambat pada Maret 2026. Ketentuan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen saat ini tengah dikebut agar segera diterbitkan.

“Untuk free float, aturannya ditargetkan paling lambat Maret sudah bisa kami keluarkan sehingga pengaturannya menjadi lebih granular,” jelas dia.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya OJK bersama BEI, KPEI, dan KSEI guna meningkatkan transparansi, likuiditas, serta kredibilitas pasar modal Indonesia yang muaranya turut memperbaiki perekonomian nasional.

“Kami akan terus menyampaikan perkembangan realisasi kebijakan tersebut secara berkala kepada publik sebagai bagian dari komitmen reformasi pasar modal yang berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya