Berita

Bendera Kuba (Foto: The Intercept)

Dunia

Kuba Tegaskan Bukan Ancaman AS, Siap Kerja Sama Kontra Terorisme

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 22:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kuba menegaskan posisinya bahwa negara tersebut sama sekali tidak menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat. 

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuba menyatakan kesiapan untuk menghidupkan kembali kerja sama bilateral di bidang keamanan dan kontra-terorisme.

Kuba menegaskan sikap prinsipilnya dalam menentang terorisme dalam bentuk apa pun, seraya membuka ruang kolaborasi dengan komunitas internasional, termasuk Washington. 


“Kuba dengan tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, sekaligus menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk memperkuat keamanan regional dan internasional,” demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip Senin, 1 Februari 2026.

Lebih jauh, Kemlu Kuba secara tegas membantah tudingan bahwa negaranya menjadi tempat berlindung atau pendukung kelompok teroris. 

Pemerintah Kuba menekankan kebijakan nol toleransi terhadap pendanaan terorisme dan pencucian uang.

“Negara kami menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pendanaan terorisme dan pencucian uang, serta berkomitmen untuk mencegah, mendeteksi, dan memerangi aktivitas keuangan ilegal, sesuai dengan standar internasional,” tegas Kemlu Kuba.

Menanggapi isu interaksi di masa lalu dengan individu yang kemudian ditetapkan sebagai teroris, Kuba menyatakan bahwa hal tersebut semata-mata dilakukan dalam konteks kemanusiaan dan proses perdamaian yang diakui secara internasional.

Lebih lanjut Kemlu Kuba juga menolak keras anggapan bahwa wilayahnya digunakan untuk mengancam negara lain.

“Kuba tidak menampung pangkalan militer atau intelijen asing dan menolak anggapan bahwa negara itu merupakan ancaman bagi keamanan Amerika Serikat," tegasnya.

Menutup pernyataan tersebut, Kuba menekankan bahwa dialog yang saling menghormati dan kerja sama yang konstruktif akan membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara. 

"Kuba menegaskan kembali kesediaannya untuk mempertahankan dialog yang saling menghormati dan timbal balik dengan pemerintah AS, yang bertujuan untuk menghasilkan hasil nyata, berdasarkan kepentingan bersama dan hukum internasional," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya