Berita

Lambang Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (Foto: Dok. Polri)

Politik

Polri Rentan Diintervensi Politik jika di Bawah Kementerian

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 20:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kedudukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) langsung di bawah presiden sudah tepat demi menjaga independensi penegakan hukum.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Sujahri Somar menilai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi membuka ruang intervensi politik lebih besar dan berisiko melemahkan peran strategis korps bhayangkara.

“Penataan Polri harus melalui kajian konstitusional yang matang, bukan keputusan politis jangka pendek. Jangan sampai perubahan struktur justru melemahkan fungsi strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional,” kata Sujahri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Februari 2026.


Ia menilai kedudukan Polri sudah sesuai kebutuhan negara. Dengan berada di bawah presiden langsung, respons Polri bisa lebih cepat di saat kondisi darurat tanpa harus melalui rantai komando terlalu panjang dari kementerian.

"Apalagi jika menterinya dari kader partai politik. Bukan tidak mungkin berisiko politis," jelasnya.

Di sisi lain, reformasi Polri yang sedang dilakukan harus mampu menghadirkan perubahan signifikan dan bisa meningkatkan kepercayaan publik.

Ia mengingatkan, reformasi tidak harus sampai mengubah rantai komando, melainkan lebih difokuskan pada penguatan kinerja, reformasi internal, peningkatan pengawasan eksternal, serta transparansi.

“Polri harus tetap independen, profesional, dan terbuka, sekaligus terus diawasi secara ketat agar tetap melindungi serta mengayomi masyarakat,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya