Berita

(Foto: Dok. PLN)

Bisnis

PLN Dukung Langkah IBC dan Mitra Percepat Hilirisasi Industri Baterai

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebagai salah satu pemegang saham PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), PT PLN (Persero) mendukung langkah kolaborasi IBC dengan mitra strategis dalam mempercepat pengembangan industri baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia. 

Inisiatif tersebut ditandai dengan penandatanganan framework agreement antara IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD), pada Jumat 30 Januari 2026, di Jakarta.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penandatanganan framework agreement ini menjadi tonggak penting dalam percepatan hilirisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. 


Proyek ini memiliki total nilai investasi mencapai 6 miliar Dolar AS dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik hingga 20 gigawatt hour (GWh) dan berpotensi menciptakan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru.

Bahlil juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif perusahaan dan tenaga kerja lokal, baik dalam pengembangan ekosistem baterai dan katoda di Jawa Barat maupun pengembangan tambang, smelter, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara.

“Yang bisa dikerjakan dalam negeri, pakai tenaga kerja dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru ambil dari luar. Karena ini adalah bagian daripada komitmen kita,” tegas Bahlil dalam keterangan tertulis, Senin 2 Februari 2026.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa penandatanganan framework agreement ini merupakan tahap awal perjalanan strategis IBC untuk mendorong hilirisasi industri baterai terintegrasi nasional, yang tidak hanya berfokus pada kemitraan investasi, tetapi juga pada penguasaan teknologi dan pengembangan kapasitas industri dalam negeri.

“Jadi, ini masih awal. Setelah ini masih akan ada joint feasibility study, baru nanti ada definitive agreement dan seterusnya. Jadi, ini awal dari perjalanan bersama ANTAM dan Konsorsium HYD. Kita harapkan, dalam tahun ini juga bisa diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif pengembangan industri baterai terintegrasi yang dinilai strategis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus sistem pembangkit listrik. 

Hal ini, kata dia, menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan berbasis produk dalam negeri.

"Bagi PLN, penguatan ekosistem baterai dalam negeri mendukung pemanfaatan energi terbarukan secara optimal, mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta memperkuat ketahanan pasokan energi nasional,” tutup Darmawan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya