Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham BUMI: Dari Awal Menguat hingga Tekanan Jual Tajam Siang Ini

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 13:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hari ini menampilkan kisah yang cukup dramatis. 

Saham BUMI dibuka menguat di level Rp260 per saham, naik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp250, menandakan adanya minat beli sejak awal sesi.

Pada sesi pagi, harga sempat bergerak fluktuatif di kisaran Rp258 hingga Rp264, dengan aktivitas perdagangan yang padat.


Volume transaksi tercatat mencapai miliaran saham, dan frekuensi perdagangan lebih dari ratusan ribu kali, menunjukkan saham ini tetap menjadi fokus pelaku pasar. Pergerakan awal ini mencerminkan volatilitas normal yang biasanya terjadi pada saham dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.

Namun memasuki pertengahan hingga siang hari, dinamika berubah drastis. Tekanan jual mulai mendominasi pasar, mendorong harga turun dengan cepat hingga menyentuh level terendah di Rp220, yang sekaligus menjadi harga terakhir tercatat hingga pukul 13.01 WIB. 

Penurunan ini setara dengan -14,73 persen dari penutupan sebelumnya, dengan penawaran jual menumpuk di Rp220 dan bid nyaris nihil, menandakan dominasi aksi jual dan minimnya minat beli di level tersebut.

Lonjakan volume perdagangan menjadi sorotan utama: hingga siang, BUMI telah diperdagangkan sebanyak 9,48 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,16 triliun. 

Aktivitas masif ini menunjukkan bahwa aksi jual terjadi secara merata, memicu volatilitas yang tinggi dalam waktu singkat.

Secara fundamental, saham BUMI tetap tercatat dengan EPS Rp0 dan PE ratio 0, sementara kapitalisasi pasarnya mencapai Rp81,69 triliun, menempatkannya di peringkat ke-4 dari 47 emiten dalam industri terkait. 

Meskipun demikian, sentimen pasar hari ini lebih didominasi oleh tekanan jual mendadak, yang membuat investor dan trader memantau ketat apakah level Rp220 bisa menjadi support penting atau hanya menjadi titik awal penurunan lanjutan. 

Pergerakan hari ini menjadi contoh klasik volatilitas saham besar di tengah sentimen negatif: dari pembukaan menguat hingga siang anjlok tajam, menunjukkan bagaimana aksi jual mendadak bisa mengubah arah pasar dalam hitungan jam.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya