Berita

TVRI menayangkan Piala Dunia 2026 secara penuh dan gratis.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Sambut Piala Dunia 2026, Jangkauan Populasi Siaran Digital TVRI Tembus 73 Persen

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

TVRI memastikan menayangkan Piala Dunia 2026 secara penuh dan gratis. Tayangan bisa dinikmati secara gratis untuk layanan Free to Air (FTA).

Untuk memanjakan masyarakat Indonesia, TVRI terus melakukan modernisasi infrastruktur pemancar untuk meningkatkan jangkauan siaran digital.

TVRI telah berhasil meningkatkan jangkauan populasi siaran digital hingga 73,82% dari total penduduk Indonesia per awal 2025. Selain itu, TVRI juga mengoperasikan 361 pemancar transmisi di seluruh Indonesia.


Pengamat kebijakan publik, Abdul Hamim Jauzie mengatakan, TVRI memiliki 361 pemancar yang di situ ada 189 pemancar digital yang sudah aktif. 

"Ini jauh lebih banyak dari pemancar televisi swasta, yang paling banyak 50 pemancar dan itu pun mereka hanya ada di kota-kota besar," kata Hamim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 2 Februari 2026.

Hamim pun menyoroti soal masih ada wilayah blankspot. Menurutnya hal itu dikarenakan TVRI tidak diberikan anggaran oleh pemerintah untuk membereskan wilayah blank spot tersebut.

"Karena anggaran TVRI kecil dan sangat tidak mungkin mengatasi hal itu," kata Hamim.

Ia menguraikan, dengan anggaran yang ada di TVRI, butuh 60 tahun lagi untuk melengkapi seluruh pemancar TVRI agar bisa aktif semua. 

"Hal ini tugas pemerintah agar memastikan infrastuktur penyiaran bisa dibenahi," kata Hamim.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya