Berita

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. (IHSG). (Foto: Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Percepatan Reformasi Pasar Modal Perbaiki Iklim Investasi

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 12:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Percepatan reformasi pasar saham nasional harus segera dilakukan di tengah gejolak bursa saat ini. 

Anggota Komisi XI DPR Anna Mu’awanah, menilai langkah tersebut mendesak dilakukan guna menindaklanjuti rekomendasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) demi menjaga kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global.

“Pemerintah tidak boleh menunda. Gejolak pasar pasca-rekomendasi MSCI harus dijadikan bahan evaluasi serius. Reformasi ini penting untuk memperbaiki integritas pasar, meningkatkan transparansi, dan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat,” ujar Anna di Jakarta, Senin, 2 Januari 2026.


Pemerintah bersama otoritas terkait harus segera menjalankan kebijakan peningkatan ambang batas kepemilikan saham publik (free float) menjadi minimal 15 persen. Apalagi ada deadline target perbaikan yang ditetapkan MSCI paling lambat pada Mei 2026. 

“Ada risiko besar jika Indonesia gagal memenuhi tenggat waktu tersebut, mulai dari penurunan kepercayaan investor internasional hingga potensi eksklusi saham-saham Indonesia dari indeks global MSCI. Kegagalan tersebut akan membangun persepsi bahwa pasar modal Indonesia tidak transparan dan berisiko tinggi,” urainya. 

Anna juga menyoroti masalah keterbukaan informasi dan struktur kepemilikan saham yang menjadi perhatian utama lembaga riset global tersebut. Kebijakan free float 15 persen dinilai tepat untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan dan mencegah praktik yang merugikan investor.

“Ini soal pembuktian bahwa tata kelola bursa saham Indonesia semakin transparan dan adil. Delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang disiapkan pemerintah harus dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Selain investor institusi, Anna memberikan perhatian khusus pada perlindungan bagi investor ritel yang jumlahnya terus meningkat. Ia berharap reformasi ini mampu menciptakan ekosistem yang sehat bagi masyarakat luas yang ingin berinvestasi.

“Jangan sampai investor kecil menelan pil pahit karena masuk ke pasar yang tidak sehat. Negara wajib memastikan pasar modal kita berintegritas sehingga seluruh lapisan investor terlindungi,” pungkas Anna.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya