Ilustrasi (RMOL/Alifia Dwi)
Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berlanjut pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026.
Mengacu pada data RTI Business, hingga pukul 11.00 WIB, IHSG ambles 5,34 persen ke 7.885 dari level pembukaan pagi ini di posisi 8.306.
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menilai pelemahan tersebut tak lepas dari sentimen negatif yang membayangi pasar, menyusul pengunduran diri massal empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar serta Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
“Menurut saya, tekanan jual hari ini memang memiliki keterkaitan dengan isu pergantian petinggi di OJK dan BEI, namun pengaruhnya lebih ke aspek psikologis pasar, bukan sebagai faktor utama pelemahan,” ujar Reydi kepada RMOL.
Ia menjelaskan, investor cenderung bersikap lebih hati-hati karena menilai pergantian pimpinan tersebut sebagai fase transisi kebijakan.
“Investor menilai pergantian tersebut sebagai masa transisi kebijakan, sehingga memicu sikap lebih berhati-hati,” lanjutnya.
Meski demikian, Reydi menilai sentimen negatif tersebut berpotensi bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama.
“Sentimen ini mungkin tidak bertahan lama, ruang teknikal rebound akan tetap terbuka, terlebih saham-saham jadi terdiskon karena mengalami penurunan signifikan, diluar dari kinerja perusahannya,” pungkasnya.
Untuk diketahui Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat 30 Januari 2026. Selanjutnya Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) Aditya Jayaantara ikut menyampaikan pengunduran dirinya.
Tak lama berseang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara ikut menyatakan pengunduran diri dari jabatan pada Jumat malam.
Namun, pada Sabtu 31 Januari 2026, Friderica Widyasari ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Kemudian, Hasan Fawzi ikut ditunjuk sebagai ADK Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Direktur Utama sementara BEI menggantikan Iman.