Berita

Ilustrasi (RMOL via AI)

Bisnis

Dolar AS Bertahan Kuat di Awal Pekan

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 08:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS bergerak menguat pada awal perdagangan Senin pagi 2 Februari 2026. Penguatan ini dipicu oleh perhatian investor terhadap arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve), terutama setelah Kevin Warsh diajukan sebagai calon Ketua The Fed.

Warsh dikenal cenderung mengurangi ukuran neraca The Fed, meski tetap membuka peluang pemangkasan suku bunga. Kebijakan neraca yang lebih kecil biasanya mengurangi jumlah uang beredar di pasar, sehingga mendukung penguatan Dolar AS.

Penunjukan Warsh sempat memicu tekanan pada aset berisiko dan logam mulia pada akhir pekan lalu. Namun, Dolar AS justru mampu pulih dan bertahan di jalur penguatan.


Di pasar Asia, Dolar AS tetap solid. Euro melemah ke sekitar 1,1848 Dolar AS, Poundsterling turun tipis ke 1,3680 Dolar AS, sementara Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, bertahan di level 97,22 setelah melonjak sekitar 1 persen pada Jumat.

Analis menilai Warsh masih berpeluang memangkas suku bunga dua hingga tiga kali tahun ini, tergantung perkembangan inflasi. Namun, pendekatannya yang lebih hati-hati dan tidak terlalu bergantung pada panduan kebijakan jangka panjang dinilai tetap menguntungkan dolar AS.

Penguatan dolar AS juga menekan sejumlah mata uang lain, termasuk dolar Australia dan dolar Selandia Baru. Yen Jepang turut melemah, seiring kuatnya dolar AS dan faktor politik domestik Jepang.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati potensi intervensi otoritas AS dan Jepang jika pelemahan yen dinilai berlebihan, yang bisa memengaruhi laju penguatan dolar ke depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya