Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

PLTN Opsi Strategis Penuhi Kebutuhan Energi Nasional

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 03:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peneliti dari Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, mengungkapkan sejumlah keunggulan teknis pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dibanding sumber energi konvensional.

“PLTN itu unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar yang sangat kecil, kita bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan stabil,” kata Ary dalam diskusi bertema “Swasembada Energi di Era Prabowo: Antara Agenda Strategis dan Tantangan Implementasi” di Surabaya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu malam, 1 Februari 2026.

Menurut Ary, dari sisi emisi, PLTN termasuk sumber energi bersih karena tidak menghasilkan karbon dioksida dalam proses pembangkitannya. Hal ini membuat nuklir relevan dengan target penurunan emisi nasional. 


“Secara proses, nuklir itu bersih. Tidak ada emisi karbon, yang ada hanya panas untuk memutar turbin,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan utama pengembangan PLTN di Indonesia bukan pada teknologinya, melainkan pada penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, dan integrasi dengan kawasan industri. 

Oleh karena itu Ary menyayangkan jika sampai saat ini masih ada isu negatif di masyarakat soal energi nuklir yang dinilai berbahaya bagi lingkungan.

“Teknologi sekarang jauh lebih aman dibanding masa lalu. Sistemnya makin otomatis, kontrolnya ketat, dan ketergantungan pada faktor manusia semakin kecil. Dengan teknologi terbaru, risiko itu bisa ditekan sangat rendah. Nuklir sering diserang lewat isu lingkungan, padahal kalau dibandingkan, pembangkit fosil justru jauh lebih mencemari,” tegasnya.

Dari perspektif ekonomi makro, ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Hendry Cahyono menilai energi nuklir akan sangat membantu fiskal dan stabilitas ekonomi. Selama ini, ketergantungan impor energi menjadi salah satu beban besar terhadap APBN dan neraca perdagangan.

“Dalam prinsip ekonomi, jika input energi lebih murah, output juga bisa lebih murah. Jika listrik dari PLTN lebih efisien, masyarakat tentu akan memilih karena lebih terjangkau. Bagi masyarakat, indikator kesejahteraan paling sederhana adalah harga. Kalau listrik murah, itu terasa langsung,” ujar Hendry.

Ia pun optimistis dengan adanya energi nuklir yang dinilainya efisien, maka target utama elektrifikasi 100 persen di dalam negeri akan terpenuhi, terutama di wilayah Indonesia timur yang masih gelap jika dilihat dari citra satelit.

“Namun jika kebutuhan domestik sudah terpenuhi dan kapasitas berlebih, peluang ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura terbuka. Itu bisa menjadi peran strategis Indonesia di kawasan,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya